klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sempat Orange, Kota Surabaya Kini Naik Lagi ke Zona Merah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Setelah sempat menyandang status sebagai daerah zona orange selama dua pekan, kini Kota Surabaya naik status lagi. Sejak 16 Agustus lalu Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini kembali ditetapkan sebagai daerah dengan status zona merah covid-19.

[irp]

Dari pantauan klikjatim.com melalui peta risiko pada situs resmi Satgas Penanganan covid-19 Nasional yang diperbarui per 16 Agustus, Surabaya nampak menampilkan warna merah. Hal ini sesuai dengan prediksi seorang Epidemiolog dari Unair Surabaya dr Windhu Purnomo. Sebelumnya, Windhu sempat mewanti-wanti bahwa Surabaya berpotensi kembali menjadi daerah zona merah covid-19.

Dikatakannya, zona merah di Surabaya ini dikarenakan pergerakan masyarakat yang abai dalam penerapan protokol kesehatan. Apalagi, letak Surabaya bersebelahan dengan Sidoarjo. Dimana daerah yang masih berstatus sebagai zona merah covid-19.

"Kondisi saat ini akibat penularan yang terjadi pada 7-14 hari lalu. Sebabnya macam-macam, yang jelas karena ada pergerakan warga dan aktivitas warga yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan," ungkap Windhu, Rabu (19/8/2020).

Dengan demikian, hal ini bisa menunjukkan jika kondisi daerah-daerah di Jatim belum sepenuhnya aman. "Kondisi epidemiologis covid-19 di Surabaya dan daerah-daerah lain masih sangat fluktuatif dan pada kondisi yang tidak aman," terang dia.

[irp]

Senada, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mengatakan bahwa daerah-daerah di Jatim belum sepenuhnya aman. Karena itu dia meminta agar masyarakat tak merasa jumawa sehingga abai menerapkan protokol kesehatan. "Jangan bahagia berlebihan sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat. Tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang berlaku," tandasnya.

Berdasarkan catatan Satgas covid-19 Jatim, kasus kumulatif covid-19 di Surabaya saat ini sebanyak 11.019. Sedangkan 8.109 pasien telah dinyatakan sembuh, dan 869 lainnya meninggal dunia. (mkr)

Editor :