klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Buntut Daging Busuk untuk Warga Miskin, Mahasiswa Tuban Luruk Dinas Sosial

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Puluhan mahasiswa dari PMII Tuban meluruk Kantor Dinas Sosial. (Afifullah/klikjatim.com)
Puluhan mahasiswa dari PMII Tuban meluruk Kantor Dinas Sosial. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tuban—Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPTN) di Kabupaten Tuban terus disorot. Kali ini puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban meluruk kantor Dinas Sosial Tuban.

Para mahasiswa ini menuntut Dinas Sosial bertanggungjawab atas pelaksanaan penyaluran BPNT yang dinilai tidak tepat sasaran. Selain itu program ini banyak dinilai mahasiswa banyak dimainkan para mafia sembako di Tuban. Sehingga barang yang diberikan kepada warga miskin keluarga penerima manfaat (KPM) tak sesuai dengan aturan. Bahkan sempat ditemukan di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu bantuan daging yang diberikan kepada warga miskin ternyata sudah busuk.

[irp]

“Kami di sini membawa lima tuntutan. Kami minta Dinas Sosial mengevaluasi program ini,” kata Ketua Cabang PMII Tuban M Chanif Muayyad, Selasa (18/8/2020).

Selain terkait distribusi sembako yang tak layak namun diberikan kepada warga, mahasiswa juga menilai banyak penyaluran BPNT di Kabupaten Tuban tidak tepat sasaran. Sebab, di lapangan banyak ditemukan warga mampu masih saja menerima bantuan.

“Banyak juga warga yang sudah memiliki kartu sejahtera tapi belum mendapatkan bantuan, ada sekitar 200 KPM,” imbuhnya.

Chanif menegaskan, agar BPNT ini tidak dikapitalisasi alias dijadikan ajang bisnis oleh elit dan oknum tertentu. Dia meminta agar KPM dibebaskan memilih barang yang akan dibelinya di e-warung yang telah ditentutan.

“Kami menuntut agar program ini tidak dijadikan ajang memeprkaya diri dengan dalih berbisnis. Jika ada pihak yang bermain baik dari agen, supplier, pihak bank, dinsos bahkan jika ada pendamping harus segera disanksi,” tegas dia.

Sementara itu Plt Kadinsos Joko Sarwono saat menemui mahasiswa mengaku untuk kualitas komoditas BPNT masih perlu di perbaiki. Sebab, masih banyak persoalan bahan pangan dalam program ini.

[irp]

"Saya berterimakasih atas koreksi dari mahasiswa," ujarnya.

Dengan adanya koreksi, pihaknya berjanji akan mengevaluasi secara total mulai dari kinerja agen hingga suplier atau penyedia komponen bahan pangan dalam program tersebut.

"Nanti masukan dari mahasiswa ini akan kita sampaikan kepada Bupati," pungkasnya. (mkr)

Editor :