KLIKJATIM.Com | Gresik - Sejumlah perwakilan warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Desa Sukomulyo (FKWDS) Aliansi Gerakan Penolak Lupa (Gepal) meluruk PT. KAS di Jalan Raya Sukomulyo, Tenger, Manyar, Gresik.
[irp]
Pasalnya, mereka menuntut agar perusahaan tersebut memprioritaskan pengangkatan karyawan bagi warga Desa Sukomulyo yang sudah bekerja selama 3 sampai 7 tahun.
Selain itu, warga menuntut rekrutmen tenaga kerja agar memprioritaskan penduduk Desa Sukomulyo yang masuk wilayah ring 1 perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan makanan dan minuman instan itu.
[irp]
Selanjutnya, memberikan kebebasan bagi karyawan dan pekerja di PT. KAS dalam memilih tempat domisili, serta memprioritaskan rumah kos yang ada di Desa Sukomulyo.
"Faktanya banyak pekerja dari luar Desa Sukomulyo bahkan dari luar Gresik yang lebih cepat dan lebih mudah menjadi karyawan daripada warga Desa Sukomulyo yang justru ada di ring 1, padahal warga Desa Sukomulyo yang bekerja lebih lama juga banyak, dan sampai saat ini belum diangkat menjadi karyawan," ungkap koordinator FKWDS, Su'udi Wafa. Selasa (4/8/2020).
Dikatakan Su'udi, baru sekitar 10 sampai 20 persen yang direkrut dan bekerja di PT KAS. Angka tersebut jauh dibanding kebutuhan karyawan PT KAS yang berjumlah 16.000 karyawan.
"Kami menuntut perusahaan agar bisa merekrut minimal 70% warga Desa Sukomulyo, karena diantara desa lain yang berada di ring 1, Desa Sukomulyo yang paling dekat dan paling berdampak dari adanya perusahaan," tegasnya.
Saat audiensi di PT KAS, Perwakilan warga Desa Sukomulyo ditemui sejumlah pihak pengelola perusahaan, sekaligus jajaran Muspika Manyar.
Namun, dari hasil audiensi, Su'udi mengungkapkan ketidakpuasan atas hasil yang telah disepakati bersama. Kedepan, pihaknya berencana akan menggelar aksi.
"Hasil kesepakatan belum jelas arahnya. Untuk itu, kami memutuskan akan menggelar aksi unjuk rasa," tegasnya. (bro)
Editor : Redaksi
Pameran Turots di Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Warisan Ulama Nusantara Harus Jadi Referensi Dunia
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Menteri Pemberdayaan P…
3.000 Mushaf Al-Qur’an hingga Atraksi Drone, Ini yang Bikin Muktamar ke-35 NU Istimewa
KLIKJATIM.Com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa sejumlah konsep yang disebut b…
Kemenaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif Disabilitas di Kawasan ASEAN
KLIKJATIM.Com | Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
KH Yahya Dorong NU Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah.…
Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
KLIKJATIM.Com | Gresik — Gelombang tinggi dan angin kencang di Laut Jawa membuat delapan pelajar asal Pulau Bawean yang telah selesai menjalankan tugas sebagai …
Hadiri Muktamar NU ke-35, Prabowo Ungkap Cara Jadi Bangsa Terhormat Harus Adil dan Makmur
Prabowo saat menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang,…