KLIKJATIM.Com | Jember - Dua orang wisatawan pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember digulung ombak Pantai Selatan. Kedua warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini tewas beberapa saat setelah dilakukan pencarian oleh petugas dan masyarakat sekitar lokasi wisata.
[irp]
Kedua korban adalah Iyan Tariyana (30) dan Apriyadi (32), warga Kerawang Jawa Barat. Di Jember, keduanya berangkat ke Pantai Paseban Kencong bersama 7 orang rekannya untuk menikmati liburan idul kurban. Masing-masing 6 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Di Pantai Paseban, rombongan ini datang sekitar pukul 14.30 dan langsung menikmati ombak pantai.
"Saat itu ada empat rekan kami yang berenang di tepi pantai, termasuk Iyan dan Apriyadi. Sementara posisi saya sedang makan di warung sambil melihat rekan-rekan berenang," kata M Yusuf Syaifudin (25), salahsatu rekan korban.
Baru menikmati mie goreng di warung, Yusuf dikejutkan dengan teriakan minta tolong dari arah pantai. Saat pandangannya tertuju ke pantai, dia melihat kedua rekannya sedang berjuang dan berenang ke tepi pantai. Tapi upaya keduanya kalah dengan hantaman ombak Pantai Paseban yang cukup besar.
"Begitu melihat ke arah pantai, dia melihat dua temannya tengah berjuang dari gulungan ombak. Saya langsung menolong mereka berusaha lepas dari gulungan ombak dan Iyan sama Apriyadi sudah hilang tidak kelihatan," ucap Yusuf.
[irp]
Beberapa saat kemudian tubuh kedua rekannya sudah tidak terlihat di permukaan pantai. Yusuf selanjutnya meminta bantuan warga sekitar dan petugas jaga pantai. Upaya pencarian kemudian dilakukan dan beberapa saat kemudian Iyan dan Apriyadi ditemukan mengambang dalam kondisi tak bernyawa. Jasad keduanya lalu dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kencong untuk diautopsi.
Kepala Desa Paseban Lasidi mengungkapkan, saat pengunjung tiba, pihaknya sudah mengingatkan agar tidak mandi atau berenang di pantai. Sebab, siang itu kondisi ombak memang sangat besar. "Apalagi beberapa hari ini ombak cukup tingggi. Bahkan nelayan tidak berani melaut. Tapi terkadang memang ada pengunjung yang tidak menghiraukan," ujar Lasidi. (hen)
Editor : Abdus Syukur