KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro telah memiliki Kampung Tangguh Semeru ala Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran. Kampung Tangguh ini terletak di Desa Plesungan Kecamatan Kapas dan rencananya akan ada 69 Kampung Tangguh yang akan dibangun.
Dengan didampingi Dandim 0813 Bojonegoro, Wakapolres Bojonegoro dan para Kabag Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan meninjau langsung keberadaan Kampung Tangguh Semeru ini pada Rabu (27/05/2020).
[irp]
Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan mengatakan, instruksi Kapolda Jatim kepada seluruh Kapolres/Kapolresta yang ada di jajaran Polda Jatim agar benar-benar serius membantu pemerintah daerah dalam menanggani Covid-19.
Menurutnya, upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona ( Covid -19) terus dioptimalkan oleh Forkopimda Bojonegoro termasuk Polres Bojonegoro dan jajarannya.
“Kami dari TNI-Polri ingin melihat dari segi kesiapan dan sarana prasarana yang diperuntukkan sebagai titik terdepan mencegah penyebaran Covid-19 di tingkat desa,” kata Kapolres saat ditemui awak media ini di Balai Desa Plesungan.
Budi Hendrawan menambahkan, Kampung Tangguh Semeru ini sebagai upaya mandiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat dalam mengelola lingkunganya guna mencegah dan mengatasi Covid-19 serta dampak sosial yang ditimbulkan.
[irp]
Standardisasi Kampung Tangguh Semeru ini, setiap warga yang keluar masuk desa dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, Lumbung pangan desa dimanfaatkan sebagai cadangan pasokan makanan jika kondisi darurat. "Ruang informasi Covid-19, tempat dan petugas pemulasaran Jenasah Covid-19, tempat dan personil Keamanan, tempat ruang Isolasi, budaya hidup bersih, tempat cuci tangan, pakai Masker, Pysical / Sosial distancing, petugas kesehatan/medis, struktur cara penanganan pasien kondisi Covid-19," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kades Plesungan Moh. Choiri menjelaskan, Kampung Tangguh Semeru ini mendapat dukungan penuh Badan Permusyawaran Desa (BPD) dan masyarakat Desa Plesungan. Untuk pemenuhan anggaran penanganan Covid-19 di Desa Plesungan menggunakan Dana Desa dan dapat dipertanggung jawabkan keperuntukannya.
"Anggaran tersebut kita alokasikan ke pembangunan fisik, melihat kondisi saat ini di tengah pandemi corona maka kita alihkan anggaran tersebut ke pembangunan non fisik sehingga Pemdes Plesungan bisa secara mandiri dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di tingkat desa," tutup Choiri. (bro)
Editor : M Nur Afifullah