klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kekeringan Berulang di Tenggulunan, PKB dan NU Kebomas Salurkan Air Bersih

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Penyaluran air bersih oleh DPAC PKB Kecamatan Kebomas dan MWCNU Kebomas kepada masyarakat Kelurahan Tenggulunan. (Dok)
Penyaluran air bersih oleh DPAC PKB Kecamatan Kebomas dan MWCNU Kebomas kepada masyarakat Kelurahan Tenggulunan. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Warga Kelurahan Tenggulunan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mengalami kekurangan air bersih selama sekitar satu setengah bulan terakhir. Kondisi ini semakin dirasakan saat musim kemarau, terlebih wilayah tersebut belum sepenuhnya terjangkau layanan air bersih dari PDAM.

Merespons kondisi tersebut, Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Kebomas bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kebomas menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.

Bantuan diterima di Kantor Kelurahan Tenggulunan dan diserahkan kepada mudin setempat. Air kemudian ditampung di tandon yang berada di balai kelurahan untuk selanjutnya diambil warga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua DPAC PKB Kebomas, A. Zainuddin Fuad, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

"Air merupakan salah satu kebutuhan pokok. Saat ini, ketersediaannya belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM secara maksimal," ujarnya.

Menurut Fuad, masyarakat menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Namun, ia menilai persoalan kekurangan air di Tenggulunan membutuhkan penanganan lebih lanjut agar tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski curah hujan rendah.

Salah seorang tokoh masyarakat Tenggulunan, Ismail, turut menyampaikan bahwa bantuan air bersih sangat membantu warga yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga.

Selain untuk minum dan memasak, air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, hingga berwudu. Bantuan distribusi air dinilai penting karena warga harus menghadapi keterbatasan pasokan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, masyarakat berharap distribusi air tidak hanya dilakukan sesekali. Pasokan secara berkala selama musim kemarau dinilai diperlukan agar warga tidak terus-menerus mengalami kesulitan air.

Katib Syuriyah MWC NU Kebomas, H. Mafrudi, mengatakan persoalan kekurangan air di Tenggulunan terjadi berulang setiap musim kemarau. Berbagai upaya untuk mendapatkan sumber air permanen disebut telah dilakukan berkali-kali, tetapi ketersediaannya masih belum mencukupi.

"Memang letak Kelurahan Tenggulunan berada di dataran tinggi. Sudah dicoba berkali-kali, tetapi air tetap berkurang ketika musim kemarau," ungkapnya.

Menurut Mafrudi, kondisi tersebut membutuhkan penanganan melalui pembangunan infrastruktur air bersih yang lebih permanen. Beberapa solusi yang diharapkan warga antara lain pembangunan sumur bor, jaringan perpipaan, serta tempat penampungan air dengan kapasitas memadai.

Dengan adanya sarana tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan distribusi air setiap kali musim kemarau tiba.

Bantuan yang disalurkan DPAC PKB dan MWC NU Kebomas menjadi upaya untuk meringankan beban warga di tengah keterbatasan air. Namun, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti persoalan tersebut melalui perencanaan dan pembangunan sarana air bersih yang berkelanjutan.

Editor :