klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

KEI Salurkan Dua Handtraktor untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Kepulauan Sumenep

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Petani Desa Saur Saebus menerima bantuan dua unit traktor tangan dari SKK Migas-KEI untuk mendukung pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi usaha tani. (Hendra/Klikjatim.com)
Petani Desa Saur Saebus menerima bantuan dua unit traktor tangan dari SKK Migas-KEI untuk mendukung pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi usaha tani. (Hendra/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Upaya menjaga produktivitas pertanian di wilayah kepulauan membutuhkan dukungan sarana produksi yang memadai. Selain ketersediaan lahan, kemudahan pengolahan tanah dan pemasaran hasil panen menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026 dengan menyalurkan dua unit traktor tangan (*hand tractor*) kepada kelompok tani di Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sekaligus mendukung pengembangan potensi pertanian desa. Saur Saebus merupakan salah satu desa yang berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Kecamatan Sapeken.

Masyarakat setempat tidak hanya membudidayakan padi, tetapi juga menanam berbagai jenis buah-buahan dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, pemasaran hasil panen padi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Saur Saebus, Suharto, mengatakan dukungan terhadap sektor pertanian sangat dibutuhkan mengingat sebagian besar masyarakat setempat bekerja sebagai petani.

“Dukungan ini tentu sangat dinanti oleh para petani. Karena sebagian besar masyarakat di desa kami bekerja sebagai petani, kami sangat berterima kasih kepada KEI atas perhatian yang diberikan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat mendukung kegiatan pertanian masyarakat,” ujar Suharto, Jumat (9/10/2026).

Menurut Suharto, program dukungan terhadap sektor pertanian telah berlangsung selama beberapa waktu. Keberlanjutan program tersebut turut membantu masyarakat mempertahankan peran desa sebagai salah satu sentra produksi pangan di wilayah kepulauan.

“Program dukungan untuk pertanian sudah berlangsung lama, sehingga kami bisa mempertahankan identitas sebagai lumbung pangan melalui tanaman padi, buah-buahan, dan sayuran untuk kebutuhan keluarga. Khusus padi, pemasarannya sudah dilakukan melalui BUMDes,” ungkapnya.

Bagi masyarakat kepulauan, penguatan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil panen, tetapi juga keberlanjutan mata pencaharian dan pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Ketersediaan alat pertanian diharapkan dapat membantu petani mengelola lahan secara lebih efektif sekaligus mempertahankan aktivitas produksi.

Manager Public & Government Affair (PGA) KEI, Kampoi Naibaho, mengatakan program pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung peningkatan perekonomian warga di sekitar wilayah operasional.

“Kami selalu berusaha hadir di tengah masyarakat petani untuk mendukung peningkatan perekonomian mereka. Pengembangan sektor pertanian sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kepulauan Sapeken,” kata Kampoi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kebutuhan petani. Kampoi juga menegaskan bahwa usulan pemerintah desa menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Melalui program tersebut, KEI berharap kehadiran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah operasionalnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan penguatan ekonomi desa.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan sektor pertanian dan perikanan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat oleh KKKS di wilayah kerja masing-masing.

“Sektor pertanian dan nelayan tentu menjadi hal penting bagi kami untuk didorong dan disentuh melalui Program PPM yang dilakukan oleh KKKS di wilayah kerjanya masing-masing,” ungkap Anggono.

Anggono juga menyampaikan apresiasi kepada KEI dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga industri hulu migas mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Penyaluran dua unit traktor tangan di Desa Saur Saebus menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlanjutan sektor pertanian di Kepulauan Sapeken. Ke depan, pemanfaatan alat secara optimal diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani, menjaga produktivitas pertanian, serta memperkuat pemasaran hasil panen melalui BUMDes.

Editor :