KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengeluarkan sejumlah imbauan dalam rangka mengantisipasi persebaran Covid-19 saat momen hari raya idul fitri 1441 H. Antara lainnya masyarakat diimbau salat idul fitri di rumah masing-masing, tidak melaksanakan takbir keliling dan silaturrahmi atau kunjungan ke rumah kerabat dengan cara virtual.
"Imbauan itu bertujuan agar tidak terjadi penyebaran di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini," ungkap Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, Kamis (21/5/2020).
[irp]
Menurutnya, imbauan ini selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Terutama berkaitan dengan salat idul fitri yang sebaiknya dilakukan di rumah, dan takbir pada malam hari cukup di masjid sekitar dengan tetap mematuhi protokol Covid-19.
Kemudian silaturrahmi secara virtual bertujuan untuk menerapkan physical distancing. Sehingga dapat mengantisipasi terjadinya potensi berkerumun.
"Kalau memang salat di masjid lingkungan agar mematuhi protokol Covid-19 dengan memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan," tandasnya
[irp]
Perlu diketahui, sebaran kasus positif corona di Bojonegoro per tanggal 20 Mei 2020 tercatat 37 orang. Rinciannya 2 orang sembuh, 30 orang masih dirawat, dan 5 orang meninggal.
Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 13 orang. Adapun 4 orang di antaranya meninggal, 2 orang selesai diawasi dan sisanya dirawat.
Data orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 228 orang. Lalu, orang dalam risikonya (ODR) 40.536 orang dan orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 364 orang. (nul)
Editor : M Nur Afifullah