klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Soroti Setahun Kepemimpinan Fawait–Djoko, Petani Arjasa Bagikan Tumpeng dan Takjil di Depan Pemkab Jember

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Seorang petani asal Kecamatan Arjasa bernama Jumantoro menggelar aksi tunggal sebagai bentuk refleksi satu tahun pemerintahan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.
Seorang petani asal Kecamatan Arjasa bernama Jumantoro menggelar aksi tunggal sebagai bentuk refleksi satu tahun pemerintahan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.

KLIKJATIM.Com | Jember – Ada pemandangan unik sekaligus penuh pesan mendalam di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jalan Sudirman, Sabtu petang (21/2/2026). Di tengah guyuran hujan, seorang petani asal Kecamatan Arjasa bernama Jumantoro menggelar aksi tunggal sebagai bentuk refleksi satu tahun pemerintahan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto.

Dengan membawa satu tumpeng besar dan sejumlah paket takjil, Jumantoro berdiri di depan Kantor Pemkab tepat sehari setelah momen peringatan pelantikan pasangan kepala daerah tersebut pada 20 Februari. Aksi ini ia sebut sebagai wujud rasa syukur sekaligus evaluasi kritis atas janji-janji politik yang dinilai masyarakat belum sepenuhnya terealisasi.

Bagi Jumantoro, tumpeng yang ia bawa bukan sekadar tradisi, melainkan pengingat agar Bupati dan Wakil Bupati Jember tetap kompak dalam memimpin. Ia menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara kedua pucuk pimpinan tersebut dalam melahirkan kebijakan strategis.

“Bupati dan Wakil Bupati itu dipilih satu paket, bukan berjalan sendiri-sendiri. Harapannya bisa kompak menelurkan kebijakan yang benar-benar hasil pemikiran bersama untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Jumantoro di sela pembagian takjil.

Selain isu kekompakan, transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi poin utama yang ia kritisi. Ia menyayangkan adanya alokasi anggaran yang dirasa kurang prioritas di tengah banyaknya infrastruktur publik yang membutuhkan perhatian mendesak.

“Kami masih melihat sekolah mau ambruk, jalan berlubang di mana-mana. Bahkan ada anggaran yang dialokasikan untuk influencer, sementara petani masih kesulitan. Ini tentu menyakitkan,” ujarnya blak-blakan.

Sebagai representasi petani, Jumantoro juga menuntut kejelasan mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ia meminta Dinas terkait lebih transparan dalam menetapkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) agar bantuan dari pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, proses penetapan kelompok tani penerima bantuan tidak boleh tertutup untuk menghindari masuknya pihak-pihak yang sebenarnya bukan petani namun terdaftar sebagai penerima.

Aksi yang berlangsung tertib ini menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Sembari membagikan takjil untuk berbuka puasa, Jumantoro menutup aksinya dengan pemotongan tumpeng secara sederhana di tepi jalan.

Ia berharap aksi tunggal ini didengar sebagai suara murni dari akar rumput. "Kami ingin Jember lebih baik. Refleksi ini semoga jadi pengingat bersama agar kebijakan ke depan benar-benar berpihak pada rakyat," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi refleksi tersebut berakhir dengan damai tanpa pengawalan khusus, menyisakan pesan bagi pemerintah daerah untuk terus berbenah di sisa masa jabatan yang ada.

Editor :