KLIKJATIM.Com | Lamongan – Semarak menyambut bulan suci Ramadan 1447 H terasa kental di Desa Putatkumpul, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Khususnya di Dusun Morogo, warga menggelar tradisi Megengan yang sarat akan nilai gotong royong dan spiritualitas pada Selasa (17/2/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai pada sore hari, di mana warga berbondong-bondong melakukan ziarah kubur ke pemakaman keluarga masing-masing. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat diri sebelum memasuki bulan yang penuh berkah.
Puncak acara berlangsung selepas ibadah salat Maghrib. Perwakilan dari setiap Kepala Keluarga (KK) berkumpul untuk melaksanakan doa bersama dan syukuran. Uniknya, dalam kegiatan ini terdapat tradisi mengumpulkan jajanan dari setiap rumah untuk kemudian "ditumplek" atau dituangkan menjadi satu.
Setelah terkumpul, aneka jajanan tersebut dicampur dan dibagi kembali secara merata kepada seluruh warga yang hadir. Tradisi membagi ulang makanan ini melambangkan kesetaraan dan kebersamaan, di mana tidak ada perbedaan antara satu warga dengan warga lainnya dalam menyambut kegembiraan Ramadan.
"Sebenarnya hampir setiap RT atau gang di sini melangsungkan kegiatan serupa. Sore diisi ziarah kubur, lalu habis Maghrib doa dan syukuran. Jajanan yang dibawa dikumpulkan jadi satu, ditumplek, lalu dibagi ulang sama rata," ujar Ilham, salah satu warga Dusun Morogo.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan satu orang per KK ini berlangsung dengan penuh khidmat dan keakraban. Tradisi "tumplek" jajanan ini tidak hanya sekadar ritual makan bersama, tetapi menjadi simbol pembersihan diri dan penguatan tali silaturahmi antar tetangga.
Dengan pelaksanaan tradisi yang merata di setiap sudut desa, masyarakat Desa Putatkumpul berharap keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh warga, serta kerukunan yang telah terjalin tetap terjaga melalui kearifan lokal yang terus dilestarikan.
Editor : Fatih