KLIKJATIM.Com | Gresik – Penyerang muda andalan Gresik United, Wahyu Agong, resmi melanjutkan kariernya bersama Semen Padang FC untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim ini. Pemain berusia 21 tahun tersebut bahkan langsung diboyong dalam skuad saat tim barunya menjalani laga tandang melawan Arema FC di Malang.
Kepindahan ini menjadi babak baru bagi pemain asal Mojokerto itu setelah dua musim membela Gresik United. Di Kota Pudak, Wahyu menjelma sebagai salah satu pilar penting di lini serang.
Sepanjang musim terakhir, ia membukukan 1.268 menit bermain, menjadikannya pemain dengan menit tampil terbanyak di skuad. Konsistensinya di lapangan membuat perannya nyaris tak tergantikan.
Tak hanya dominan dalam durasi bermain, Wahyu juga produktif. Ia mencetak empat gol dan tiga assist, sekaligus menyandang status top skor tim musim ini. Catatan assist tersebut sejajar dengan milik Sayfullah Kader yang kini telah lebih dulu hengkang ke Sriwijaya FC.
“Rezeki bisa bergabung dengan Semen Padang, komunikasi setelah Liga 3 berakhir,” ujar Wahyu Agong saat dihubungi, Selasa (17/2/2026).
Kontraknya bersama Gresik United yang telah berakhir membuka jalan bagi proses kepindahan tanpa kendala. Bergabung dengan Semen Padang menjadi kesempatan emas bagi Wahyu untuk kembali mencoba peruntungan di kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1.
Sebelumnya, pemain kelahiran 2004 itu sempat memperkuat Persis Solo setelah promosi dari tim EPA. Namun, saat itu ia belum sempat menjalani debut di level senior.
Kini peluang tersebut kembali terbuka. Terlebih, Semen Padang ditangani pelatih berpengalaman Dejan Antonic, yang dikenal memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang.
“Target saya bisa mendapat pengalaman di Liga 1, menjalani debut dan membantu tim tampil lebih baik,” ungkapnya.
Tantangan Baru di Kabau Sirah
Kehadiran Wahyu Agong menambah variasi di lini depan Semen Padang yang tengah berbenah untuk bersaing di papan klasemen. Kecepatan, mobilitas, serta kemampuannya membuka ruang menjadi nilai plus yang diharapkan memberi warna baru dalam skema permainan tim.
Keikutsertaannya dalam laga tandang kontra Arema FC menjadi sinyal bahwa ia masuk dalam proyeksi tim pelatih. Meski belum tentu langsung tampil sebagai starter, peluang debut di Liga 1 kini semakin terbuka.
Di sisi lain, kepergian Wahyu menjadi kehilangan bagi Gresik United. Selain berstatus top skor, ia juga menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak musim lalu.
Menutup pernyataannya, Wahyu menyampaikan terima kasih kepada manajemen dan suporter setia Gresik United, Ultras Gresik, atas dukungan selama dua musim terakhir.
“Terima kasih untuk manajemen dan Ultras Gresik atas dua musim ini. Semoga musim depan Gresik United bisa naik kasta ke Liga 2,” tutupnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar