klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lamongan Kembangkan Edufarm di UPT Mantup, Pak Yes: Tumbuhkan Minat Peternakan Sejak Dini

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Kunjungan edukatif 24 siswa TK Aisyiyah Kelas A di UPT Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup.
Kunjungan edukatif 24 siswa TK Aisyiyah Kelas A di UPT Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan resmi memusatkan program unggulan Edufarm di UPT Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup.

Program ini diproyeksikan menjadi pusat belajar terpadu untuk peternakan, kesehatan hewan, dan budidaya ternak, sekaligus berfungsi sebagai sarana rekreasi edukatif bagi generasi muda.

Inisiatif tersebut kembali diperkenalkan melalui kunjungan edukatif 24 siswa TK Aisyiyah Kelas A pada Rabu (11/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan ekosistem peternakan untuk memberikan pemahaman nyata di luar materi kelas.

Hadir secara langsung di lokasi, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan bahwa edufarm dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang menghadirkan pengalaman edukatif berbasis praktik. Melalui konsep tersebut, masyarakat, khususnya anak usia dini, dapat mengenal dunia peternakan secara menyenangkan, interaktif, dan aplikatif.

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan bahwa Kota Soto memiliki potensi besar di sektor peternakan yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat edukasi sejak dini, guna menumbuhkan minat dan kecintaan generasi muda terhadap sektor peternakan sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

“Dengan adanya kegiatan edufarm anak-anak tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga melihat langsung hewan ternak, praktik memberi pakan, hingga mengenal proses pembuatan pakan dan pupuk organik,” tutur Pak Yes.

Selama kegiatan, para siswa antusias mengenal berbagai jenis ternak seperti sapi, kambing, ayam, bebek, hingga kelinci. Tidak hanya melihat fisik hewan, mereka juga belajar mengenai manfaat dan cara pemeliharaan yang baik. Pengalaman bertambah saat peserta mengunjungi gudang pakan untuk melihat proses pengolahan hijauan menjadi silase serta mencoba praktik mencacah rumput.

Selain aspek hewani, anak-anak diajak menyelami konsep pertanian berkelanjutan melalui pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak. Mereka terlibat langsung dalam mengayak hingga mengemas pupuk. Sebagai penutup yang berkesan, para siswa menanam bibit sayuran seperti cabai, tomat, dan terong di polibag untuk dibawa pulang dan dirawat secara mandiri.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengungkapkan bahwa DPKH Lamongan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta menyosialisasikan keberadaan edufarm di UPT Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan memberikan sarana edukasi peternakan yang mumpuni bagi seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Lamongan.

Editor :