klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pondok Wong Bodho di Gresik Sembuhkan Para Pecandu Dengan Asmaan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik - Kasus peredaran dan jumlah pemakai narkoba jenis sabu di wilayah Gresik Selatan sangat marak. Hal ini menjadikan pengasuh Padepokan Pondok Wong Bodho At- Taubah Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Sukoiri bersama 16 pengurus melakukan penyembuhan untuk ratusan pemakai barang haram tersebut dengan metode yang unik.

[irp]

Sukoiri dalam prosesnya bersama para pengurus sering menemukan cara menyembuhkan pecandu sabu. Pihaknya mengatasinya dengan asma berisi dzikir dan disertai Ruqyah.

[irp]

"Kita pakai asmaan, dan rukyat atau sugesti dengan dzikir ataupun renungan kehidupan," kata Sukoiri sambil memberikan contoh sugesti renungan, Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, kekuatan sugesti bisa menyembuhkan penyakit barang haram ini. "Karena kebanyakan orang kena pengaruh halusinansi kita melawannya dengan sugesti kita. Empat bulan insyallah sembuh," tuturnya.

Lanjut Sukoiri, dirinya bersama para pengurus juga memakai metode Mauidhoh Hasanah. "Kesentuhan hati antara saya dan pemakai. Jika saya salah saya dihukum. Efeknya luar biasa, pemakai yang awalnya hanya diam, bisa diajak bicara, dan sampai ada orang tua menangisi." terangnya.

Sukoiri menceritakan dirinya sudah 22 tahun melakukan hal ini. Awalnya hanya ada yang mengantarkan, sampai mencari pemakai yang lainnya.

"Kami sudah 22 tahun merawat orang gila dan pesakitan dan pecandu," ujarnya.

Dikatakan Sukoiri, pemakai barang haram itu mulai usia muda 15 tahun sampai paling tua usia 45, 46 tahun.

Tidak hanya sugesti dan lainnya, ritual lainnya yakni merendam air di sendang dekat padepokan setiap malam yang bertukuan mengembalikan syaraf disertai ritual doa dzikir sama es. Serta olahraga, dan bela diri untuk laskar pembasmi narkoba.

Pada perjalanannya, pihaknya mengajak bermain, dan melihat gerak refleknya. Selalu curiga, diam, gampang dikompori, seperti boneka kecanduan.

"Saat kita ajak bicara, dan intruksi dari pengurus saat itulah kita memulai ritual dan lainnya," jelasnya.

Harapannya, kita kampung yang dicap kampung narkoba bertekad mengubah Sidowungu kampung religius.

Salah satu pemakai Muhammad Abbas (37) warga Sidowungu Kecamatan Menganti mengatakan, dirinya sudah berhenti total sejak mulai mengenal narkoba tahun 2010 silam. Ia sudah satu bulan menjalani ritual di tempat tersebut dam merasakan perubahan pada dirinya.

"Alhamdulillah sudah berubah, perasann lebih enak. Yang dulu sejak kenal narkoba biasanya nyaris hampir tidak puasa bulan Ramadhan ini bisa berpuasa baru ini," katanya.

Di padepokan itu, tempat tidur terbagi 3 Blok 16 regu, A sampai P. Serta 16 orang pengurus dengan sistem bergilir dalam kegaiatan memasak dan kebersihan.

Disaat pihaknya diterpa kesulitan saat mungkin ada orang luar yang melemparkan benda larangan itu kesini. Sampai Ia dua kali menangkap bandar. (bro)

Editor :