klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Penguatan SDM, Sekda Gresik Berikan Pembinaan kepada 73 CPNS dan PPPK di Lingkungan Setda

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik kembali ditegaskan melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan pegawai yang resmi dibuka pada Selasa (25/11).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum bagi para CPNS dan PPPK yang baru bergabung untuk memahami kultur kerja di lingkungan Setda Gresik. Total terdapat 73 pegawai yang mengikuti pembinaan, terdiri dari 37 CPNS dan 36 PPPK, yang sehari-hari bertugas mendukung layanan kepada pimpinan, tamu, serta berbagai agenda kedinasan.

Pembinaan tersebut memuat sejumlah materi strategis untuk meningkatkan profesionalitas aparatur, antara lain Disiplin PNS, Komunikasi dalam Pelayanan Publik, Public Speaking, Service Excellence, Table Manner, serta Etika dan Kepribadian. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kapasitas pegawai dalam menghadapi kebutuhan pelayanan internal maupun publik yang semakin dinamis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam arahannya menegaskan bahwa PNS dan PPPK merupakan unsur utama dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat maupun pimpinan daerah. Ia menekankan bahwa aparatur di lingkungan Setda harus tampil sebagai tim yang solid, responsif, dan memiliki standar kerja tinggi.

Sekda Washil juga mengingatkan pentingnya disiplin ASN sebagaimana diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Menurutnya, disiplin merupakan fondasi integritas dan kualitas kerja aparatur.

“ASN memiliki peran sebagai pelayan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa pelayanan berjalan dengan baik dan profesional. Disiplin adalah hal pertama yang harus dijaga, karena dari situlah integritas dan kualitas pelayanan akan terlihat,” tegasnya.

Selain itu, Sekda menekankan perlunya ritme kerja yang efektif, efisien, dan berorientasi hasil. Dalam birokrasi yang terus bergerak cepat, pola kerja demikian diperlukan agar setiap kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak nyata. Ia juga mengajak seluruh pegawai meninggalkan budaya kerja yang bertele-tele dan mulai menerapkan pola kerja yang produktif dan terukur.

Sebagai bagian dari struktur Sekretariat Daerah, para pegawai dituntut memiliki kemampuan adaptif terhadap dinamika pemerintahan. Setiap hari mereka bersinggungan dengan dokumen strategis, protokol pimpinan, hingga koordinasi lintas OPD yang membutuhkan ketelitian, ketepatan, dan kecepatan respons. Karena itu, pembinaan ini menjadi sarana penting membentuk pola kerja yang lebih rapi, sistematis, dan terstruktur.

Pelatihan ini juga menegaskan pentingnya sikap dan karakter pegawai. Etika, tutur Sekda Washil, merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dari profesionalitas ASN.

Editor :