KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, pada hari pertama masih diwarnai sejumlah pelanggaran. Di antaranya mobil dan warga luar kota yang ditemui banyak masuk ke Kota Surabaya. Bahkan di titik check point Bundaran Waru sempat terjadi kemacetan dengan ekor antrean hingga 1 Km.
[irp]
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, kepada wartawan menjelaskan, dari evaluasi memang ada kendaraan dari luar Surabaya masih berbondong-bondong masuk, tanpa mengindahkan aturan PSBB. Mereka yang masuk sebagianbesar belum paham tentang penerapan PSBB.
“Tadi kami sudah cek di beberapa titik seperti di Suramadu, zona merah PPI (Pasar) dan Waru. Setelah ditanya, belum tahu,” kata
Untuk itu, kata Kapolda Jatin, selama tiga hari ke depan, sosialisasi akan terus dilakukan. Petugas juga masih memberi toleransi kepada pengendara yang melanggar. “Sekarang masih diberi imbauan dan teguran dulu. Hari keempat, akan kami tindak tegas,” katanya.
[irp]
Dikatakan, penerapan PSBB dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Jatim, terutama di zona merah Surabaya Raya. Selama tiga hari ke depan, pengamanan di titik perbatasan juga akan ditingkatkan. “Kalau seperti ini (tidak ada PSBB), Surabaya akan meningkat terus, angka penyebaran corona," katanya.
Untuk itu dia mohon kerja sama masyarakat untuk menaati aturan dan menjalani PSBB. Terkait kemacetan di Sidoarjo-Surabaya, Luki juga menilai karena masyarakat yang belum tahu. Karena itu, sosialisasi akan ditingkatkan. “Tadi di Suramadu ada mobil bawa keluarga, ajak anak-anak menuju Surabaya, karena tidak tahu ada PSBB. Tetapi akhirnya kami minta kembali,” ujarnya. (hen)
Editor : Redaksi