KLIKJATIM.Com | JEMBER – Suasana peluncuran Klinik Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Balai Pendidikan dan Latihan Nahdlatul Ulama (Baladika NU), Jalan Tapaksiring, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, pada Kamis siang (5/6/2025), diwarnai kelakar menarik dari Bupati Jember Muhammad Fawait.
Dalam pidato sambutannya, Fawait secara spontan menyebut Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaedi, cocok mendampinginya sebagai Wakil Bupati Jember.
"Ada Pak Kadinkes juga. Ada juga salah satu pemilik saham, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa, yang sudah berpenampilan menarik, sudah pakai celana, cocoknya memang jadi wakil bupati," ujar Bupati Fawait, disambut tawa dan celetukan dari para tamu yang hadir.
Baca Juga : Nenek di Jember Tewas Tertimpa Atap Kandang
Kelakar Bupati Fawait ini langsung disambut reaksi spontan dari para tamu yang duduk di deretan pengurus NU. "PAW," ucapnya singkat. Namun Fawait hanya menanggapi dengan tawa. Ia kemudian melanjutkan pidatonya dengan menyapa para hadirin, termasuk pengurus NU, Muslimat, Fatayat, Banom-Banom NU, serta Dokter Ulfa dari TP3D.
Dari pantauan di lokasi, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaedi hanya menanggapi kelakar tersebut dengan senyum dan tawa.
Di balik kelakar tersebut, peresmian Klinik NU ini menyimpan cerita tentang cita-cita besar Nahdlatul Ulama Jember. Komisaris PT Husada Bintang Sembilan, Kh Abdullah Syamsul Arifin, atau yang akrab disapa Gus Aab, menjelaskan bahwa rencana awal PCNU Jember adalah mendirikan Rumah Sakit NU, bukan hanya klinik. Peletakan batu pertama bahkan sudah dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada Mei 2022 lalu.
Baca Juga : Peringati Hari Lahir Pancasila, Kader PDIP Jember Upacara Kenakan Busana Daerah
Namun, kendala anggaran menjadi penghalang. Gus Aab menyebut bahwa bantuan dari APBD Jember sebesar Rp 1 miliar untuk pembangunan RS NU tak kunjung cair hingga pelaksanaan Pilkada Jember tahun 2024.
“Rencana awal di sini dibangun Rumah Sakit NU, namun anggaran yang ada belum cukup hingga akhirnya atas saran berbagai pihak, akhirnya dibangun klinik. Kami tetap optimis klinik ini bisa beralih status menjadi rumah sakit dalam waktu dekat,” kata Gus Aab.
Ia optimis bahwa Klinik NU yang baru diresmikan ini akan segera beralih status menjadi Rumah Sakit NU setelah PCNU dapat memenuhi kekurangan anggaran sekitar Rp 130 juta.
Baca Juga : Korban Disiram Kuah Bakso Panas, Anak 9 Tahun di Jember Dapat Pendampingan Psikologis dan Medis
Meski demikian, mantan Ketua PCNU Jember itu juga mengakui bahwa Klinik NU ini masih memiliki kekurangan, antara lain belum tersedianya mobil ambulans untuk kegiatan pengantar pasien serta kebutuhan untuk melengkapi administrasi guna mengurus akreditasi. Akreditasi ini penting sebagai salah satu syarat kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Klinik ini terlebih dahulu harus memiliki dokumen akreditasi. Setelah itu baru kita kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kita sudah merencanakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendukung program UHC Prioritas Pemkab Jember,” pungkas Gus Aab.
Dalam acara peresmian Klinik NU ini, Wakil Bupati Jember Djoko Susanto tidak tampak hadir. Bupati Fawait terlihat didampingi sejumlah kepala OPD, termasuk Kadinkes Jember Hendro Soelistiyono dan Camat Sumbersari Regar Jeane D.
Baca Juga : Ngaku Termakan Janji Manis, Dua ABK Nekat Lompat dari Kapal Lalu Terdampar di Jember
Hadir pula beberapa tokoh NU seperti KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), Saiful Bahri (Jibul), dan Akhmad Taufik, serta tokoh politik seperti legislator DPR RI Muhammad Khozin dan anggota DPRD Jember Mufid. (yud)
Editor : Muhammad Hatta