klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lapas Bojonegoro Perkenalkan Produk Unggulan Warga Binaan untuk Sambut Ramadan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Lapas Bojonegoro memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan. (M. Nur Afifullah/klikjatim.com)
Lapas Bojonegoro memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan. (M. Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.COM | BOJONEGORO – Menyambut bulan suci Ramadan, Lapas Bojonegoro memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil karya warga binaan. Produk-produk ini merupakan hasil dari program pembinaan keterampilan yang dijalankan oleh seksi kegiatan kerja Lapas Bojonegoro.

Kepala Lapas Bojonegoro, Alzuarman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas.

“Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang berguna untuk kehidupan setelah keluar dari Lapas, sehingga dapat kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri,” ujarnya.

Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berkarya dan mengisi waktu dengan aktivitas yang positif. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan siap dipasarkan.

Baca Juga :

Polres Bojonegoro Tingkatkan Patroli Keamanan Ramadan Lewat Program Birukan Bojonegoro

“Kami memiliki beberapa produk unggulan, seperti batik, minuman bubuk berlabel ‘Herbisae’, serta media tanam ‘Coopeat Sae’,” tambah Alzuarman.

Batik menjadi salah satu produk unggulan hasil karya warga binaan. Setiap helai batik yang dihasilkan menampilkan motif yang tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga menggambarkan kearifan lokal.

“Motif-motif batik yang dibuat di sini memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi, sehingga layak untuk diperkenalkan lebih luas,” jelas Alzuarman.

Selain batik, produk minuman bubuk sehat "Herbisae" juga menarik perhatian. Produk ini dibuat dari bahan alami yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan.

Baca Juga :

Polres Bojonegoro Borong Takjil dan Bagikan ke Pengguna Jalan di Bulan Ramadan

“Kami mengajarkan warga binaan cara mengolah bahan alami menjadi minuman sehat yang bernilai jual tinggi,” ungkapnya.

Tak kalah menarik, Lapas Bojonegoro juga memproduksi media tanam “Coopeat Sae”. Produk ini merupakan hasil pemanfaatan limbah kulit kelapa muda yang diolah menjadi media tanam berkualitas.

“Coopeat Sae dapat membantu menyuburkan tanah dan memberikan tambahan nutrisi bagi tanaman. Produk ini sudah banyak digunakan di toko tanaman hias,” jelas Alzuarman.

Program pembinaan ini bertujuan untuk membangun rasa percaya diri dan keterampilan warga binaan. “Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah keluar dari Lapas. Dengan begitu, mereka bisa memiliki peluang untuk bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri,” tutur Alzuarman.

Selain meningkatkan keterampilan, program ini juga bertujuan untuk mengurangi angka residivisme. Dengan memiliki keterampilan, warga binaan diharapkan tidak kembali ke kehidupan yang sama sebelum mereka menjalani masa hukuman.

Produk yang dihasilkan oleh warga binaan Lapas Bojonegoro juga memiliki potensi pasar yang besar. “Kami berharap produk-produk ini bisa dikenal lebih luas dan menjadi sumber pendapatan bagi mereka setelah bebas,” katanya.

Dengan semakin dikenalnya produk-produk hasil karya warga binaan, Lapas Bojonegoro berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan juga bisa berkarya dan menghasilkan produk berkualitas,” ujar Alzuarman.

Selain itu, program ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Lapas dapat memberikan dampak nyata. “Kami berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan positif bagi warga binaan,” tambahnya.

Ke depan, Lapas Bojonegoro berencana untuk terus mengembangkan program pembinaan keterampilan ini. “Kami akan terus mencari inovasi baru agar warga binaan memiliki lebih banyak pilihan keterampilan yang bisa mereka pelajari,” tuturnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan stigma negatif terhadap warga binaan bisa berkurang. “Kami ingin masyarakat melihat mereka sebagai individu yang memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki diri,” tegas Alzuarman.

Sebagai langkah lanjutan, Lapas Bojonegoro juga berencana untuk memperluas pemasaran produk-produk ini. “Kami ingin produk warga binaan dapat bersaing di pasar dan mendapatkan tempat di hati masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat perubahan dan pembinaan, Lapas Bojonegoro terus berupaya memberikan harapan baru bagi warga binaan, agar mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas. (fif/fiq)

Editor :