klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PTFI Tanam 50 Ribu Bibit Mangrove di Pesisir Manyar untuk Konservasi Lingkungan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Para relawan melakukan persiapan sebelum menanam mangrove (Qomar/Klikjatim.com)
Para relawan melakukan persiapan sebelum menanam mangrove (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (Wehasta) melaksanakan konservasi lingkungan dengan menanam mangrove di pesisir Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik sebanyak 50.000 bibit mangrove.

Puncak kegiatan konservasi ini digelar di Dusun Nambi, Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, pada Sabtu, 21 Februari 2025. Bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025, acara ini juga menandai seremonial penutupan program penanaman mangrove yang telah berlangsung.

Kegiatan ini diikuti karyawan PT Freeport Indonesia, warga sekitar, serta relawan, dan pelajar.

Environmental & Sustainable Development Manager PT Freeport Indonesia, Emily Muteb, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kesempatan yang diberikan kepada PTFI untuk berkontribusi dalam konservasi lingkungan, khususnya melalui program penanaman mangrove ini.

"Ini merupakan bentuk kontribusi PTFI terhadap lingkungan, termasuk dalam upaya mengatasi perubahan iklim," kata Emily.

Emily menambahkan bahwa PTFI berkomitmen menanam 50.000 bibit mangrove di wilayah pesisir ring satu, tersebar di desa Banyuwangi, Manyar Sidomukti, Bedanten dan Tanjung Widoro sebanyak 38.000 bibit. Di Dusun Nambi dan Desa Karangrejo sendiri, PTFI menanam 12.000 bibit.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah maupun warga yang terlibat dalam kegiatan ini," tutur Emily.

Baca juga: Kurangi Emisi, Karyawan Smelter Freeport dan Warga Manyar Gresik Tanam Mangrove Peringati Hari Lingkungan Hidup 2024
[caption id="attachment_143990" align="alignnone" width="300"] Proses penanaman mangrove di Dusun Nambi (Qomar/Klikjatim.com)[/caption]

Kepala Desa Karangrejo, Miftahul Ilmi, mengapresiasi kontribusi besar PTFI bagi masyarakat Desa Karangrejo.

"Kami senang Desa Karangrejo menjadi tuan rumah penutupan rangkaian penanaman mangrove di antara sembilan desa ring satu," ujarnya.

Miftahul Ilmi juga menambahkan bahwa selain berkontribusi dalam konservasi lingkungan, PTFI juga memiliki peran besar dalam pengembangan infrastruktur.

"Contohnya pembangunan jalan lingkar di Dusun Nambi, yang memperluas akses warga, dari sebelumnya hanya tersedia jalan poros," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Camat Manyar, Agus Chandra, mengapresiasi upaya konservasi lingkungan yang dilakukan oleh PTFI. Selain menanam mangrove, PTFI juga telah membantu pengadaan fasilitas pengolahan sampah serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat," kata Agus Chandra. (qom)

Editor :