KLIKJATIM.Com | Gresik - Korban meninggal dunia Pasien Dalam Perawatan (PDP) Covid-19 asal Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) selama ini dikenal tetangganya agak tertutup. Para tetangga baru mengetahui And (30) di Jl. Tanjung Wira, Desa Yosowilangon, Kecamatan Manyar meninggal Kamis (26/3/2020) siang.
[irp]
Karyawan sebuah perusahaan di Kawasan Industri Maspion ini dinyatakan meninggal dunia oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Kamis siang. Pasien PDP ini meninggal dunia sekitar pukul 01.00 dini hari setelah hampir sepekan menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina. Sebelum masuk RSUD Ibnu Sina, pasien And mengeluh kesulitan bernafas.
Tetangga And menyebut, pasien tersebut mengontrak di Jl Tanjung Wira 2018. Pribadi And agak tertutup di kalangan tetangga Jl Tanjung Wira. “Saya kurang akrab dengan beliau. Paling ketemu kalau pas ke masjid saja,” kata salahsatu warga Jl Tanjung Wira.
[irp]
And mengontrak rumah seluas 72 meter persegi . Di rumah bercat kuning hanya terlihat satu sepeda motor Honda Revo nopol Z 2101 VE yang sehari-hari digunakan mendiang berangkat kerja. Sementara tetangga kanan kiri korban terlihat tertutup dan seolah menghindar saat wartawan datang. Korban hanya tinggal berdua dengan sang istri yang konon adalah seorang dokter. “Istrinya seorang dokter di rumah sakit swasta,” tuturnya.
Tetangga disekitar rumah korban mayoritas sudah tahu kabar duka tersebut. Informasinya disampaikan oleh pengurus RW di lingkungan pasien PDP ini. Berdasarkan pengamatan, tidak terlihat ada sesuatu hal yang mencolok. Mendengar kabar bahwa korban telah meninggal warga sepertinya acuh menanggapinya.
[irp]
Ketua Tim PKK Tanjung Wira Ny Faris mengaku mendapatkan informasi bahwa korban telah meninggal pada pukul 10.00 pagi. Warga tidak mempersiapkan sesuatu terkait kematian korban lantaran jenazah akan dibawa pulang ke kampung halaman. “Tidak dimakamkan disini jadi tidak ada persiapan,” kata istri Ketua RT setempat.
Kabar kematian korban juga dibenarkan oleh pihak pengelola kawasan industri maspion. Manager Keamanan KIM Manyar, AKBP (Purn) Sumarsono mengaku juga telah mendengar informasi bahwa salah satu karyawan perusahaan yang berada di KIM meninggal. “Saya dapat informasinya tadi pagi,” kata Sumarsono.
[irp]
Meski demikian pihaknya enggan berbicara lebih dalam mengenai informasi tersebut. Yang dia tahu bahwa sebelum dilarikan ke rumah sakit korban memiliki riwayat penyakit dalam. “Informasi dari perusahaannya korban ini sering tidak masuk kerja karena sakit,” tuturnya. (iz/hen)
Editor : Redaksi