KLIKJATIM.Com | Gresik — Jumlah warga Gresik yang belum tercover jaminan kesehatan semakin berkurang. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ummi Khoiroh.
Menurut dia, untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta bagi masyarakat Gresik tinggal 159 ribu jiwa yang belum tercover jaminan kesehatan.
Saat ini, kata Ummi, dalam dashboard tercatat masih ada 197 ribu jiwa penduduk Gresik belum menjadi peserta PBI-JKN. Jumlah itu belum termasuk SK dari Kementrian Sosial yang keluar minggu ini.
"Dalam SK tersebut terdapat 38 ribu masyarakat Gresik yang disetujui menerima PBI-JKN itu," katanya.
Dokter alumnus Universitas Airlangga ini menyebut, 1 Mei kemarin capaian UHC di Gresik baru 84,87 persen. Dengan keluarnya SK baru tersebut capaian diperkirakan bisa mencapai 88 persen.
"Kemarin kami usul 46 ribu, tapi kemungkinan disetujui 38 ribu," beber dia.
Ummi menjabarkan, dari kekurangan sekitar 159 ribu jiwa ini, masih ada slot dari APBN yang bisa diambil. Yakni sekitar 73 ribu jiwa. Artinya, untuk mencapai 100 persen UHC di Gresik tinggal dibutuhkan anggaran sebesar Rp 53,2 miliar per tahun.
"Anggaran itu estimasi dari 159 ribu jiwa yang belum tercover dikurangi slot dari APBN tinggal 120 ribu, dikalikan jumlah iurannya," jelas Ummi.
Perlu diketahui, jaminan kesehatan ini diamanatkan dalam Perpres 82/2018 untuk daerah mencapai UHC secara 100 persen. Sulitnya Gresik mencapai UHC ini hanya persoalan data.
Yakni, slot yang harusnya bisa diusulkan menggunakan APBN baru diambil belakangan ini. Pada Maret lalu, Dinsos mulai mengusulkan agar tercover melalui APBN.
Langkah itu tidak sia-sia, di tahap awal sebanyak 48.426 PBI baru yang disetujui Kemensos. Tambahan 48 ribu PBI baru itu sudah menghemat APBD sekitar Rp 21,5 miliar.
Sementara itu, untuk mengcover masyarakat Gresik yang belum masuk peserta PBIN, APBD setiap tahunnya juga menganggarkan. Peserta PBID KGS 2020 lalu ada 79.351. Di tahun 2019, APBD mengucurkan dana Rp 36 miliar untuk mengcover kebutuhan itu. Di tahun 2020, angkanya ditambah Rp 20 miliar. Nah di tahun 2022 ini terdapat 108 ribu jiwa KGS senilai Rp 46 miliar. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Akui Ada Kekurangan Selama Lima Tahun Kepengurusan
KLIKJATIM.Com | Jombang – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021–2026 yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yah…
Pemkab Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama sejumlah organisasi dan elemen masyarakat mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp250 j…
Pompa Listrik PLN Bantu Atasi Krisis Air Petani Desa Mekarsari
KLIKJATIM.Com | Bandung – Persoalan keterbatasan air saat musim kemarau menjadi tantangan bagi petani di Desa Mekarsari. Kondisi tersebut kini mulai teratasi s…
Rayakan HUT ke-81 RI, BKMS Gelar Tenant Independence Games hingga Fun Walk
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) bersama para tenant di kawasan Java Integrated Industrial and Por…
PT Smelting Bidik 30.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir Gresik
PT Smelting mengawali Program Konservasi Mangrove “Pesisir Lestari” dengan menanam 10.000 mangrove di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa T…
Beasiswa Pelajar Tangguh PT Smelting Cetak 52 Pelajar Berprestasi di Gresik
PT Smelting terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan yang berkelanjutan. Salah satu ini…