klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pasar Hewan di Daerah Wabah PMK Bakal Ditutup Sementara

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Rakor penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya
Rakor penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah mengusulkan penetapan status wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada 4 kabupaten yang dinyatakan positif, yakni Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

Selain itu, kata dia, juga dilakukan pembatasan lalu lintas ternak dari dan menuju daerah wabah. "Rakor memutuskan bahwa akan dilakukan penutupan sementara pasar hewan pada daerah wabah," ungkapnya, Sabtu (7/5/2022).

"Melakukan depopulasi terbatas pada ternak yang terkonfirmasi positif terkena PMK sesuai SOP Kementan serta melakukan pengobatan serta penyiapan vaksinasi pada ternak sehat pada daerah terancam minimal cakupan 70 persen dari populasi," lanjutnya.

Khofifah mengklaim, metode kombinasi merupakan yang paling cocok untuk menangani PMK ini. Mengingat, pemusnahan atau stamping out yang digemari banyak negara maju membutuhkan anggaran yang besar.

"Kalau pakai stamping out, beban anggaran akan tinggi karena kita harus mengkompensasi. Jadi, kita pakai metode kombinasi. Yakni stamping out dan vaksinasi secara bersamaan," terangnya.

Selain itu, pihaknya bersama Kementan juga akan  mengaktifkan URC (Unit Respon Cepat) yang bertanggung jawab dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit PMK. Serta pemaksimalan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) agar masyarakat lebih paham tentang PMK.

"Jadi ini kurang lebih sama dengan cara kita melakukan kesiapsiagaan seperti menghadapi Covid-19. Jangan ada yang under estimated kita bangun URC dan membangun awareness di masyarakat agar mereka tidak melakukan panic selling," katanya. (yud)

Editor :