KLIKJATIM.Com | Madiun - Usaha Susu Kedelai buatan pemuda asal Madiun, Fadlitsaniya Abshar Nurramadan sepertinya cukup menjanjikan bisa menghasilkan cuan. Apalagi saat bulan Ramadan seperti sekarang ini, susu kedelai yang diberi nama Akang Klimis tersebut bisa menjadi pilihan menu berbuka puasa.
Bahkan sarjana Teknik Informatika Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ini, lebih memilih menggeluti bisnis susu kedelai dibandingkan mencari pekerjaan lain. "Tetap pilih membuat susu kedelai saja. Karena memang menghasilkan cuan. Saat ini aja per bulan bisa Rp6 jutaan kalau sepi. Kalau ramai ya lebih Rp6 jutaan," ujar Fadli yang tampak berpenampilan klimis alias rapi itu, Jumat (15/4/2022).
Awal cowok berusia 25 tahun itu memilih bisnis susu kedelai saat menempuh semester akhir. Tiba-tiba muncul ide membuat susu kedelai. "Kan awal pandemi. Saya baca tren pandemi berbau kesehatan pasti ramai. Ya saya meluncurkan produk berbasis kesehatan. Ya susu kedelai ini," tuturnya.
Dia mengklaim bahwa susu kedelai sudah banyak dikenal untuk diet. Atau mereka yang sakit diabetes disarankan konsumsi susu kedelai. "Sehingga cocok untuk buka. Apalagi bagi mereka yang inget diet gula. Susu kedelai cocok," katanya sambil mempromosikan.
Dia mulai pertama produksi pada Bulan September 2021. Saat itu, di tengah-tengah dia mengerjakan skripsinya tentang Pengembangan Aplikasi Manajemen e-koi Berbasis Web.
Fadli pun pulang ke kampung ke Kota Madiun untuk melakukan penelitian. Di tengah itulah dia meluncurkan produk susu kedelai akang klimis.
"Saya lo waktu sidang skripsi secara online sambil remas-remas kedelai. Karena waktu itu pesanan lagi banyak-banyaknya. Jadi atas pakai pakaian rapi. Tangan remas-remas," kisahnya.
Perjalanan itu tidak sia-sia. Fadli mengklaim bahwa tidak meminta uang sepeserpun untuk urusan penelitian dan skripsi. Pria berkacamta itu juga mengaku bisa membiayai hidupnya sendiri tanpa harus meminta orang tua. Pun dia sendiri berencana akan menempuh S2 dengan biaya sendiri.
Fadli menjelaskan bahwa susu kedelai produknua asli dari kedelai. Dia biasanya membuat 0.5 sampai 1 kilogram untuk dijadikan 10 sampai 20 liter susu kedelai.
Caranya, biji kedelai asli direndam. Kemudian kulit ari-ari biji dihilangkan dengan cara diremas. Lalu digiling dan disaring. Sama dengan pembuatan susu kedelai lainnya.
Dia menyediakan beberapa rasa. Untuk basicnya original atau tanpa rasa. Jika konsumen ingin rasa coklat, macca, strawberry, kurma atau lainnya akan ditambah.
Setiap hari, rata-rata dia menghasilkan 10-20 liter susu kedelai. Puluhan liter susu kedelai tersebut diwadahi plastik maupun botol.
Untuk yang paket ekonomi, plastik kecil harga Rp2 ribu sebesar 150 ml. Kedua botol kecil harga Rp5 ribu sebesar 250 ml. Ketiga botol besar harga Rp10 ribu sebesar 600 ml. Dan terakhir ukuran 1 liter harga Rp13 ribu.
Selama ini Fadli memasarkan produk susu kedelai buatannya melalu media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Hasilnya, sejumlah instansi pemerintah maupun BUMN seperti kantor Kecamatan, Pemkab, Disnaker, Inka, dan bank berlangganan padanya.
Tak hanya pasar lokal, susu kedelai buatan Fadli juga telah merambah Malang, Bekasi, Jogjakarta, Surabaya, dan Bali. Pun, kini dia telah memiliki empat dropshipper. Tiga di Kota Madiun dan satu lainnya di Bekasi.
”Pengemasan ke luar kota harus dalam bentuk susu beku agar tidak basi. Olahan saya mampu bertahan tujuh jam di tempat terbuka dan dua hari jika disimpan di lemari pendingin. Sedangkan jika dibekukan di freezer bisa tahan sampai seminggu," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad