klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dibayangi Pandemi, Petrokimia Gresik Tetap Berproduksi Untuk Jaga Ketahanan Pangan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Direktur Operasi dan Produksi PG, Digna Jatiningsih (depan kiri) bersama dengan Wabup Gresik, Aminatun Habibah dalam kegiatan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) di Diklat Petrokimia Gresik
Direktur Operasi dan Produksi PG, Digna Jatiningsih (depan kiri) bersama dengan Wabup Gresik, Aminatun Habibah dalam kegiatan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) di Diklat Petrokimia Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik - Kendati dibayang-bayangi ledakan gelombang 3 Covid varian Omicron, Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional (obvitnas) yang tidak berhenti beroperasi. Hal ini dikarenakan, Petrokimia Gresik sebagai anggota holding Pupuk Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, yaitu menyediakan dan menyalurkan pupuk bersubsidi untuk petani sesuai penugasan pemerintah.

“Oleh karena itu, kesehatan dan keselamatan karyawan menjadi kunci utama agar perusahaan tetap dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan pemerintah,” tandas Digna Jatiningsih, Direktur Produksi dan Operasi PT Petrokimia Gresik.

Dijelaskan, tahun 2022 banyak tugas yang telah menanti. Penugasan dari Kementerian Pertanian untuk memproduksi pupuk subsidi dan mengoptimalkan kinerja pabrik untuk menghasilkan pupuk subsidi dan mengisi pasar pupuk non subsidi.

Sebagaimana di tahun 2021, Petrokimia Gresik mendapatkan amanah menyalurkan pupuk subsidi sebesar 4,9 juta ton. Sedangkan kapasitas produksi Petrokimia Gresik dari 31 pabrik yang dimiliki mencapai 8,9 juta ton dalam setahun. Oleh karenanya, Petrokimia Gresik sangat optimis bahwa di tahun 2022, Petrokimia Gresik mampu memenuhi permintaan untuk pupuk bersubsidi.

Dikatakan, produksi pupuk saat ini tetap berjalan, apalagi saat ini memasuki musim tanam. Di masa musim tanam ini penyerapan pupuk petani cukup besar dan harus dijaga distribusinya.  Untuk menjaga agar produktivitas karyawan tetap terjaga dan aman dari  merebaknya cpvid varian omicron, PT Petrokimia Gresik berupaya melindungi dengan memberikan vaksin booster.

Dalam pelaksanaannya, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) sebagai vaksinator. Adapun vaksin yang tersedia pada tahap pertama ini sebanyak 1.000 dosis Astrazenecca yangditargetkan untuk 2.000 peserta. Sesuai kebijakan dari Kementerian Kesehatan RI, pemberian vaksin dosis ketiga atau booster adalah setengah dosis.

“Booster tahap pertama ini kami fokuskan untuk karyawan tetap terlebih dahulu. Selanjutnya secara bertahap akan menyasar karyawan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), tenaga bantu, dan keluarga,” ujar Digna.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi booster ini telah memenuhi syarat sebagai pos pelayanan vaksinasi, serta telah mengacu pada standar pelayanan dan standar prosedur operasional sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi. Dalam hal ini, perusahaan membatasi jumlah peserta vaksinasi per hari maksimal 200 orang, dengan kapasitas per jam 50 orang.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, sehingga data pemberian vaksin tetap terintegrasi dengan data pemerintah,” imbuhnya. 

Selain vaksinasi booster ini, upaya Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah memerangi Covid-19 juga diwujudkan melalui perannya sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur sejak tahun 2020. Petrokimia Gresik juga telah menggelar vaksinasi dosis 1 dan 2 untuk karyawan, keluarga besar Petrokimia Gresik, dan masyarakat, baik melalui program Sentra Vaksinasi Bersama (SVB) BUMN maupun Vaksinasi Gotong Royong (VGR). Serta memfasilitasi donor plasma konvalesen bagi penyintas Covid-19.

“Kami menyadari, dibutuhkan kesadaran dan dukungan banyak pihak dalam penanganan pandemi ini. Untuk itu Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur akan senantia berada di garis terdepan membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19,” pungkas Digna. (ris)

Editor :