klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Polisi Tangkap 3 Pelaku Penusukan Pemuda di Tulungagung

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya anggota Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengungkap pengeroyokan seorang pemuda di Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung, Tulungagung.

Aksi pengeroyokan tersbeut terbilang brutal, sebab pelaku masih terus menghajar korban yang sudah tidak berdaya dengan melempari batu dan menusuk perutnya menggunakan tiang  bendera.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto yang dikonfirmasi pada Kamis (30/12/2021) siang di Mapolres Tulungagung.

"Untuk tiga tersangka ini kita amankan karena melakukan pengeroyokan korban hingga korban luka," kata Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, Kamis (30/12/2021).

Handono mengatakan, pihaknya telah menangkap 3 tersangka atas pengungkapan kasus tersebut, kini mereka ditahan di Mapolres Tulungagung, guna proses hukum lebih lanjut.

"Tersangka ada 3 yang kita tangkap, ada barang bukti yang kita amanka itu tiang bendera, batu dan baju,"ucapnya.

Dihadapan penyidik Polres Tulungagung, ketiganya mengaku sakit hati dengan aksi korban yang memancing amarah tersangka dengan memainkan suara knalpot motor saat melintas di dekat tempat tersangka nongkrong.

Spontan terpancing dengan tindakan tersebut, ketiga tersangka yang dalam kondisi mabuk karena baru saja pesta miras langsung mengejar korban.

Kemudian korban langsung dipukuli hingga babak belur, bahkan saat korban sudah terjatuh di bawah, tersangka masih terus menyerang korban dengan batu dan tiang bendera yang ditusukkan ke arah perut korban.

"Jadi tersangka ini sebelumnya minum minuman keras kemudian terpancing emosinya saat korban lewat dan memainkan gas sepeda motornya," ungkapnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun saat ini kondisi korban sudah pulih dan sudah kembali pulang.

"Sudah sembuh korban saat ini, memang sempat dirawat namun sekrang sudah pulang kerumah," tuturnya.

Handono mengingatkan, agar masyarakat tidak mudah terpancing dan menghindari Miras yang bisa memicu tindakan kekerasan yang menjadikan penyesalan di kemudian hari.(mkr)

Editor :