klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bagikan Masker dan Bunga Mawar Untuk Sosialisasikan Pencegahan Resiko Sebaran HIV /AIDS

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Salah satu Komunitas Duta Genre saat menandatangani Petisi untuk sosialisasi sebaran HIV /AIDS di Alun-alun Gresik (Faiz/klikjatim.com)
Salah satu Komunitas Duta Genre saat menandatangani Petisi untuk sosialisasi sebaran HIV /AIDS di Alun-alun Gresik (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik —Komunitas Duta Genre Gresik turut memberikan sosialisasi pencegahan HIV/Aids di Alun-alun Gresik. Meski dari tahun ke tahun kasus HIV/Aids di Gresik kian menurun, tapi resiko persebarannya masih tinggi.

[irp]

Komunitas yang dinaungi Dinas KBP3A ini sejak pagi berkeliling di Alun-alun Gresik. Yakni membagikan brosur tentang HIV/Aids dan masker serta bunga mawar.

Duta Genre Gresik 2021 Irsyad Maulana mengatakan, di bulan Aids ini memang menjadi momen yang tepat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat apa itu HIV/Aids hingga proses penularan dan pencegahannya.

Disamping itu, 16 anggota Genre itu juga bercakap-cakap dengan pengunjung agar sosialisasi pencegahan lebih mendalam. “Sasarannya memang semua pengunjung, tapi kami lebih fokus kepada remaja. Selain seusia, juga mereka memiliki resiko yang lebih tinggi,” ungkapnya, Minggu (5/12/2021).

Dikatakan Irsyad, remaja  menjadi fokus sosialisasi itu. Karena pergaulan remaja memiliki resiko yang tinggi untuk penularannya. “Untuk remaja, kami berikan pemahaman agar menjauhi aktivitas yang memicu penularan HIV ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk selain remaja, para Genre itu lebih memberikan pemahaman bagaimana virus HIV menular. Dengan tujuan  agar menurunkan stigma negatif terhadap orang dengan HIV/Aids (ODHA). “Jadi HIV ini penularannya lewat lendir, tidak perlu mengucilkan penderitanya,” ujar siswa asal  SMAN 1 Kebomas itu.

Dijelaskan, persoalan HIV/Aids ini cukup awam di masyarakat. Sehingga tidak sedikit penderita ODHA menutup diri karena kawatir dikucilkan di masyarakat. Padahal, virus HIV ini bisa menular hanya melalui heteroseksual, seks bebas, hingga penggunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) suntik. “Yang perlu dihindari masyarakat adalah aktivitas yang beresiko menjadi penularan. Salah satunya seks bebas dan penggunaan narkoba suntik,” katanya.

Sekedar diketahui, Sejak 2007 lalu hingga 2021 ini, kasus Aids di Gresik mencapai 381 orang. Dengan rincian 324 kasus stadium III dan 57 kasus stadium IV. Jumlah terbanyak ditangani oleh RSUD Ibnu Sina dengan total 352 kasus. Dari jumlah itu, angka kematian secara komulatif tercatat ada 36 kasus kematian orang dengan hiv/aids (ODHA). (bro)

Editor :