KLIKJATIM.Com | Gresik —Akselerasi Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPC 38 kabupaten dan Kota se-Jatim benar - benar cepat, taktis dan optimal. Terbukti dua Verifikasi Pra - Muscab DPC dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung, dan Gresik mulai Senin dan Selasa (22 -23/11/2021 ) berlangsung cepat dan tuntas.
[irp]
Wakil Ketua I Dewan Pengurus Daerah (DPD )HKTI Jatim Syaiful Azhari sebagai pimpinan Pra Muscab. Dan Hasilnya, mantan Ketua Fraksi Nasdem Gresik Musa memimpin organisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Gresik.
Syaiful mengatakan, dari hasil paparan peraturan organisasi (PO) sebagai pedoman Pra Muscab di bacakan secara jelas, verifikasi administrasi dan faktual pun di laksanakan secara detail , sehingga semua calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang hadir memahami alur serta sistematika bahasa yang demikian runtut.
“Perlu saya pertanyakan kepada saudara apakah saudara mendukung kalau Pak Musa menjadi Ketua DPC HKTI Kabupaten Gresik-Bawean?,” tanya Saiful.
Kontan saja secara serentak 16 Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pimpinan Anak Cabang (PAC) peserta Pra - Muscab menyatakan, “Siap kami mendukung Pak Musa Ketua DPC HKTI Gresik,” kata para peserta dengan suara tepuk tangan sorak bersama di Ruangan Putri Mejil Pendopo Kabupaten Gresik, Selasa (23/11 /2021).
Bang Syaiful sapaan akrabnya, menegaskan, Semangat pengabdian untuk ketua yang terpilih, yang nantinya hal yang dikuatkan meliputi Bidang Hukum dan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK).
“Harus tetap semangat tidak boleh kendur tuntaskan Akselerasi Kelembagaan Organisasi DPC - PAC HKTI seluruh Jatim,” tegas pria yang sehari - hari berprofesi seorang pengacara itu
Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sambut baik kehadiran HKTI yang sudah ada di tingkat kecamatan sampai desa.
Gus Yani sapaan akrabnya, mengatakan, dengan adanya HKTI di tingkat kecamatan dan bahkan tingkat desa, maka ini akan membuat HKTI akan semakin dekat dengan masyarakat, khususnya masyarakat tani, baik petani sawah maupun petani tambak. Bupati Yani menegaskan bahwasanya petani memiliki peran yang luar biasa dalam negara.
“Petani ini memiliki peran yang luar biasa, bayangkan saja kalau petani mogok kerja, apa jadinya negara. Tumbuhnya bangsa indonesia ini juga tidak lepas dari peran petani,” tegas Bupati Yani.
Bupati Yani tidak menampik masih banyak problem dalam dunia pertanian, seperti tergerusnya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), persaingan dengan kemajuan perindustrian, masalah hama dan distribusi pupuk.
Untuk itu, menurut Bupati diperlukan komunikasi yang apik antara pihak pemerintah daerah dengan para petani. “Bagaimana kita bisa tahu persoalan yang ada di pertanian kalau kita tidak turun ke sawah atau tambak. Yang terjadi nantinya adalah masalah keterlambatan,” ujarnya.
Yani juga menjelaskan, dengan adanya birokrasi HKTI ini malah akan mempermudah urusan petani, seperti distribusi pupuk maupun urusan pertanian lainnya. Juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju di era saat ini untuk kemudahan pelayanan terhadap masyarakat.
“Ini yang harus benar-benar kita perjuangkan. Maka mari kita bersama-sama berjuang salah satunya dalam HKTI ini untuk terus bekerja dengan hati dan ikhlas, sehingga petani kita menjadi maju, mandiri dan modern,” tutup Yani.
Tampak hadir mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Ketua I HKTI Provinsi Jawa Timur Syaiful Azhari, Sekretaris DPD HKTI Provinsi Jawa Timur Warsito, Bendahara HKTI Jawa Timur Indah Widjaja, Bidang Organisasi kaderisasi dan kelembagaan Agus Prastowo. Dari jajaran OPD Kabupaten Gresik tampak hadir Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito dan Kepala Dinas Perikanan Choirul Anam. (bro)
Editor : Redaksi