KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – AKP Oscar Stefanus Setja resemi menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Sidoarjo sejak tanggal 1 September 2021 lalu. Hingga kini, banyak peran yang telah diungkapkannya.
[irp]
Termasuk salah satunya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kepala Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Wawan Setyo Budi Utomo yang terlibat pungutan liar Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dan menariknya, perwira polisi dengan tiga balok di pundak ini turun sendiri melakukan penyamaran di lapangan.
Oscar pun bercerita dalam OTT tersebut, dirinya datang ke rumah tersangka di Dusun Bokong Dukur, RT 19 RW VI, Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik. Dengan mengenakan celana pendek, ia duduk mengantre bersama warga lain yang mengurus sertifikasi tanah di rumah sang kepala desa.
“Saya duduk di sana dengan alasan mengantar seseorang mengurus sertifikat,” tuturnya, Jumat (15/10/2021).
Tentu saja, ia tidak sekedar duduk-duduk. Namun menatap tajam situasi yang ada, juga ‘membuka telinga lebar-lebar’ untuk mendengarkan percakapan di sana. “Semua itu untuk mendapat barang bukti,” tegasnya.
Saat barang bukti pungli didapat, anggota reskrim yang sebelumnya telah bersiaga tak jauh dari TKP langsung menangkap sang kepala desa bersama barang buktinya.
Keberhasilan Oscar dalam penyamaran tidak hanya saat mengintai suatu kasus saja.
Bahkan, dia menceritakan peristiwa lucu saat dirinya pertama kali masuk ke gedung Satreskrim Polresta Sidoarjo, sesaat sebelum dirinya dilantik. “Saat itu saya bertanya kepada anggota, dimana letak ruang Kasatrekrim ya ? Saya malah disuruh duduk di ruang tunggu oleh anggota tersebut,” ucapnya diiringi tawa.
Yang pertama mengenalnya, sosok Oscar memang tidak menyiratkan bahwa ia merupakan orang nomor satu di jajaran Reskrim Polresta Sidoarjo. “Orangnya ramai, ramah, humornya. Sekilas ia mirip seorang pengusaha. Hehehe,” ucap salah satu anggotanya.
Oscar memang lekat dengan dunia reserse. Beberapa jabatan strategis pernah diembannya. Sekitar tahun 2015, ia menjabat Kanit Reskrim Polsekta Medan Barat. Lalu, pernah menjabat Kasat Reskrim Sumenep.
Di sana ia berhasil mengungkap kasus besar. Diantaranya beras oplosan yang didistribusikan untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada warga. Langkah gesitnya juga berhasil mengungkap korupsi di Dinas Kesehatan Sumenep.
Saat ini, dia membuat beberapa kepala desa di Kota Delta tidak bisa tidur nyenyak. Khusunya mereka yang terindikasi menyalahgunakan uang negara.
Sedikitnya dua kepala desa yang menyelewengkan uang negara dan pungli telah ditangkap. (nul)
Editor : Satria Nugraha