KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebanyak 5 kabupaten di Jatim menjadi pilot project program nasional percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem yakni Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Bojonegoro dan Lamongan.
[irp]
Dalam arahannya, Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin menekankan upaya pemerintah untuk mencapai target menghilangkan kemiskinan ekstrem pada akhir tahun 2024.
Menurutnya, penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang memuat komitmen global untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem pada tahun 2030.
"Namun, Bapak Presiden menugaskan kita semua untuk dapat menuntaskannya enam tahun lebih cepat, yaitu pada akhir tahun 2024. Oleh karena itu maka penanganan kemiskinan ekstrem ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk menyelesaikannya," kata Wapres Maruf Amin, Selasa (28/9/2021).
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kemiskinan ekstrem Jatim tahun 2021 mencapai angka 4,4 persen dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebesar 1.746.990 jiwa. Jumlah ini 38,20 persen dari jumlah penduduk miskin Jatim.
"Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat pedesaan relatif lebih tahan banting dibanding perkotaan. Masyarakat pedesaan lebih banyak bergerak di sektor agro atau pertanian, sedangkan masyarakat perkotaan bergantung di sektor perdagangan dan jasa," katanya.
Sementara untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jatim terutama pada 5 kabupaten prioritas tersebut, Pemprov Jatim memfokuskan pada 3 strategi program yakni menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.
“Upaya ini melibatkan berbagai OPD lintas sektor yang ada di Pemprov Jatim. Hal ini tentunya membutuhkan konvergensi pendanaan baik dari pusat, APBD provinsi, APBD kab/kota serta CSR,” katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Khofifah, untuk program di TA 2022, Pemprov Jatim juga mengusulkan program penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jatim. Yakni melalui program elektrifikasi, program Renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), program Bansos Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta program pemberdayaan usaha perempuan (JATIM PUSPA).
Pemprov Jatim sendiri, tambah dia, telah memiliki best practice program yang selama ini telah berjalan. Seperti PKH-Plus dengan sasaran masyarakat Jatim berusia 70 tahun atau lebih dalam program PKH. Nilai bantuannya sebesar Rp 2 juta per orang/tahun dan diberikan bertahap masing-masing tahap Rp. 500 ribu.
“Ada juga program Desa Berdaya dengan penerimanya yakni desa mandiri untuk pengembangan desa tematik. Juga program pengembangan BUMDesa untuk peningkatan kapasitas dan permodalan. BPUM untuk usaha mikro serta penguatan kemandirian dan kemajuan desa,” tandasnya. (rtn)
Editor : Redaksi
Menghemat Tenaga Pasien, JNE Antar Obat Langsung dari Rumah Sakit
Siang itu, ruang tunggu RSUD dr. Soebandi Jember dipenuhi pasien. Sebagian duduk menunggu giliran pemeriksaan, sebagian lainnya tampak berbaring di brankar…
Pemkot Malang Kaji Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Tekan Beban Operasional
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jen…
SAKA Garap Lapangan Ronggolawe, Potensi Produksi Capai 5.126 Barel per Hari
SKK Migas setujui Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe PHE-7 yang berada di Wilayah Kerja Pangkah…
Abdul Ghofur Resmi Nahkodai DPC PKB Lamongan
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan terpilih Abdul Ghofur menyiapkan langkah konsolidasi internal dan penyusunan kepengurusan baru setelah kembal…
Bea Cukai Jatim I Musnahkan 13 Juta Batang Rokok Ilegal
Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I memusnahkan 13.227.800 batang rokok ilegal hasil penindakan periode Januari hingga awal Juni 2026 dengan nilai ba…
Pasar Literasi Hadir di Icon Mall Gresik, Tawarkan Buku Murah Mulai Rp 10 Ribu
Tak hanya menjadi pusat belanja dan hiburan keluarga, Icon Mall Gresik kini juga memperkuat perannya sebagai ruang edukasi masyarakat. Hal itu terlihat dengan h…