klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Vaksinasi di Pasar Larangan, Beberapa Pedagang Masih Enggan Suntik Vaksin

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Kusumo Wahyu Biontoro meninjau kegiatan vaksinasi di Pasar Larangan. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Kusumo Wahyu Biontoro meninjau kegiatan vaksinasi di Pasar Larangan. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo terus digalakkan oleh berbagai pihak dan instansi. Termasuk salah satunya Polresta Sidoarjo, yang kali ini menyasar pedagang dan pengunjung di Pasar Larangan, Sabtu (25/9/2021) siang.

[irp]

Dengan menggunakan bus vaksin keliling, pihak kepolisian telah menyediakan sebanyak 800 dosis vaksin.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan bahwa Kabupaten Sidoarjo mendapat droping vaksin dengan jumlah cukup banyak. Sehingga harus digeber dengan mendatangi langsung ke tengah-tengah masyarakat.

“Sekarang kegiatan perdagangan di pasar tradisional telah menggeliat. Dengan vaksinasi, pedagang dan pembeli maupun warga sekitar menjadi terlindungi,” tutur Kusumo.

Pihaknya juga mengungkapkan, capaian vaksinasi tahap pertama di Sidoarjo saat ini masih sekitar 890 ribu dari target 1,6 juta warga. Atau sekitar 56 persen saja.

Kusumo mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin agar segera mendatangi gerai-gerai vaksin yang ada. “Bisa mendatangi polresta, puskesmas, desa maupun vasilitas kesehatan lainnya,” tegasnya.

Selanjutnya disinggung terkait ada beberapa pedagang Pasar Larangan yang masih enggan divaksin, mantan Wakapolresta Banyuwangi ini berharap warga bisa sadar diri. “Vaksin tersebut untuk kesehatan kita semua. Kami akan terus berupaya agar semua warga mau divaksin,” imbuhnya.

Untuk mengejar target vaksinasi 70 persen, Polresta Sidoarjo terus berupaya dengan mengelar di berbagai tempat. Selain di pasar, vaksinasi juga digelar di Mapolresta Sidoarjo, sekolah, mal atau pusat keramaian, serta di daerah terpencil di Kota Delta. (nul)

Editor :