klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Saling Bantu di Masa Pandemi, Emak-emak di Lamongan Berbagi Kebutuhan Dapur

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Himpitan ekonomi seiring pandemi virus corona (Covid-19) yang berkepanjangan berdampak terhadap sebagian kelompok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Untuk menyikapi kondisi tersebut, sejumlah emak-emak di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan tampak ikut terpanggil saling membantu.

[irp]

Mereka melaksanakan gerakan ini dalam bentuk derma kebutuhan dapur. Contohnya sayuran, beras, pisang, cabai bahkan kerupuk.

Adapun cara penyalurannya juga mudah. Bagi yang sedang memiliki kelebihan rezeki tinggal menyantolkan dermanya di lokasi yang disepakati. Demikian juga bagi yang memerlukan, tinggal ambil derma dalam bungkusan tas plastik sesuai dengan kebutuhannya.

Sebagaimana lazimnya ibu-ibu berburu kebutuhan dapur di kios pada pagi hari, gerakan derma itu juga dilakukan pada momentum yang sama. Ibu-ibu yang memiliki keluasan rezeki biasanya berbelanja untuk keperluan keluarga sekaligus berderma. Kemudian sebagian belanjaan yang dibungkus tas plastik itu dicantolkan di tempat yang disepakati.

Anis Nugraha, salah satu warga setempat mengatakan, gerakan sosial berupa sedekah kebutuhan dapur itu murni inisiatif dari ibu-ibu yang memiliki rezeki lebih, untuk bisa saling membatu sesama. “Ini inisiatif ibu-ibu sendiri, kita mengajak ibu-ibu yang mampu seikhlasnya berbagi dengan warga membantu tetangga yang membutuhkan dengan mengambil seperlunya,” kata Anis yang juga ketua PKK Desa Sidorejo, Sabtu (24/7/2021) seperti dikutip faktualnews.co.

Dia menyebut gerakan itu sama sekali tidak ada unsur pemaksaan. “Yang menjadi prinsip seikhlasnya bagi yang membantu, jangan serakah bagi yang membutuhkan,” ujarnya.

Bantuan sembako keperluan dapur seperti sayuran, beras, pisang, cabai, kerupuk dan kebutuhan dapur ini tersebar di 15 RT di dua dusun. Yakni Dusun Bakalan dan Dusun Keset.

“Apabila bantuan yang digantung tidak habis, ibu-ibu membagikan sisa sembako tersebut secara door to door kepada warga yang menjalankan isolasi mandiri dan yang terdampak,” paparnya.

Dapat diketahui bahwa Warga yang membutuhkan pun menyambut baik dan merasa terbantu dengan gerakan tersebut.

Indriyani, salah satu pedagang mengaku dalam kondisi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat dirinya tidak bisa menjajakan dagangannya. “Senang sekali terbantu dengan adanya program ini, terutama warga terdampak seperti saya,” menurutnya.

Tidak hanya di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket saja. Namun, ibu-ibu di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbau, Kabupaten Lamongan juga melakukan hal yang sama. Mereka juga mengorganisir diri untuk menyalurkan empati dan solidaritas dengan gerakan berbagi kebutuhan dapur. (*)

Editor :