KLIKJATIM.Com | Gresik - Tahun ini, PT Petrokimia Gresik menuntaskan pembangunan pabrik Green Surfactant. Pabrik yang berkapasitas 600 kiloliter (kL) ini memanfaatkan gas SO3 dari pabrik asam sulfat sebagai bahan baku. Green Surfactant merupakan produk surfaktan lokal pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery).
[irp]
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, penyelesaian pabrik Green Surfaktan ini mennadi terobosan penting bagi industri minyak dan gas (migas) di Indonesia. Sebab, hasil produksinya akan mendorong peningkatan sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.
"Produksi pertama dari pabrik Green Surfaktan ini kami kirim ke pengeboran migas yang dikelola oleh PT Pertamina EP beberapa waktu dengan jumlah 7.000 liter," kata Dwi Annurogo di sela kegiatan peringatan 49 Tahun PT Petrokimia Gresik secara virtual, Sabtu (10/7/2021).
Upaya lain yang dilakukan Petrokimia Gresik dalam mengembangkan industri adalah dengahn membangun pabrik Soda Ash berkapasitas 300 ribu ton. Soda Ash merupakan bahan baku produk-produk yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari seperti deterjen, kaca dan produk turunannya, hingga pasta gigi. Namun, kebutuhan Soda Ash dalam negeri saat ini masih dipenuhi melalui impor.
Soda Ash merupakan strategi meningkatkan nilai tambah dari produk samping. Pabrik ini nantinya akan memanfaatkan CO2 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Amoniak.
Sedangkan, produk samping Soda Ash berupa Amonium Klorida (NH4Cl) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga dapat mengurangi kebutuhan impor ZA sebagai bahan baku NPK.
Tidak hanya itu, tahun ini Petrokimia Gresik juga berhasil mendapatkan izin pengecualian gipsum dari kategori Limbah B3 oleh Kementerian KLHK, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara masif, tidak hanya di lingkup internal perusahaan, tetapi juga dapat mendukung industri lainnya yang membutuhkan gipsum.
“Ke depan, pengembangan bisnis dengan optimalisasi potensi yang ada akan difokuskan pada hilirisasi produk untuk memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis related diversified industry agar terus tumbuh dan sustainable,” jelas Dwi Satriyo. (ris)
Editor : Redaksi