klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Vaksinasi untuk Pedagang Pasar di Sidoarjo Ditarget Tuntas Sebelum Idul Fitri

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap para pedagang pasar Krian. (ist)
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap para pedagang pasar Krian. (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Vaksinasi kepada pedagang pasar tradisional masih terus dilakukan Pemkab Sidoarjo. Giliran kali ini ada ratusan pedagang pasar Krian yang mulai divaksin AstraZeneca, Senin (29/3/2021).

[irp]

Di kawasan setempat, untuk pelaksanaan vaksinasi para pedagang dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat di Puskesmas Krian. Bahkan tidak hanya hari ini, namun setiap harinya di Puskesmas Krian telah mengalokasikan jatah 300 orang (vaksin) khusus pedagang.

Berdasarkan catatan Pemkab Sidoarjo, untuk data pedagang yang sudah divaksin hingga saat ini mencapai ribuan pedagang. Mereka tersebar di beberapa pasar besar di Sidoarjo seperti Pasar Porong, Pasar Larangan, Pasar Sedati dan Pasar Krian.

Adapun targetnya, untuk vaksinasi terhadap para pedagang pasar ini bisa tuntas sebelum masuk hari raya Idul Fitri. "Kita harus gerak cepat membentuk herd immunity atau kekebalan komunitas. Salah satunya yang kita prioritaskan adalah pedagang di pasar yang setiap hari berinteraksi dengan banyak orang. Target kita sebelum Idul Fitri seluruh pedagang pasar di Sidoarjo sudah mendapatkan vaksinasi," terang Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor usai meninjau vaksinasi terhadap pedagang pasar Krian.

Muhdlor juga minta kepada para pedagang untuk tidak perlu ragu dan khawatir. Karena vaksin yang diberikan pemerintah ini aman dan halal.

Justru para pedagang harus memanfaatkan kesempatan vaksinasi ini dengan baik. Dan hingga saat ini sudah banyak yang menerima vaksin dan tidak ada masalah.

"Saya minta ke pedagang di pasar Krian jangan ragu-ragu, langsung saja daftar ke petugas puskesmas untuk mendapatkan vaksin. Sehari sudah diberi jatah 300 orang,"ujar Muhdlor. (nul)

Editor :