KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pejabat muslim diperbolehkan demi menjaga persatuan bangsa dan menghindari perpecahan. Demikian keputusan Bahtsul Masail PWNU Jatim tentang hukum salam lintas agama.
“Islam rahmatan selalu menebarkan pesan-pesan kedamaian di tengah manusia," kata Katib Syuriah PWNU Jatim Kiai Syafrudin Syarif di Sekretariat PWNU Jatim, Selasa (12/10).
[irp]
Menurut Syafrudin penyampaian salam sudah ada sejak zaman Nabi Adam As. Tradisi ini juga dilakukan di zaman Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan, Nabi pernah mengucapkan salam kepada penyembah berhala dan golongan Yahudi yang sedang berkumpul bersama kaum muslimin.
"Sangat wajar tradisi menebarkan salam sebagai pesan kedamaian menjadi tradisi universal manusia lintas adat, budaya dan agama dengan berbagai model cara dan berbagai dinamika zamannya," tambahnya.
[irp]
Namun demikian bukan berarti salam lintas agama dianjurkan untuk senantiasa diucapkan. Pejabat muslim boleh mengucapkan salam dengan kalimat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh atau diikuti dengan ucapan salam nasional seperti selamat Pagi, salam sejahtera semisalnya.
“Bila kemudian ada hajat untuk mengucapkan salam lintas agama bagi PWNU sama sekali tidak melarang dan tidak menyuruh. Hanya kalau tidak ada hal yang diperlukan sebaiknya tidak usah salam lintas agama,” katanya.
Dalam pernyataan sikap tersebut, Syafrudin didampingi Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan kiai-kiai jajaran Syuriah PWNU Jatim seperti KH Nuruddin A Rahman dan KH Anwar Iskandar. (nk/rtn)
Editor : Redaksi