KLIKJATIM.Com | Lamongan - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Lamongan mendapat penghargaan sebagai unit pelayanan publik kategori sangat baik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
[irp]
Tahun ini (hasil evaluasi selama 2020) DPM-PTSP Pemkab Lamongan berhasil mendapatkan predikat A- atau kategori pelayanan sangat baik (setingkat dibawah A+ atau kategori Layanan pelayanan prima) bersama Kabupaten Madiun, Kota Malang, Kabupaten Bojonegoro dan Mojokerto di Jawa Timur yang meraih predikat tersebut. Penghargaan disampaikan langsung oleh Menteri PAN-RB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Jakarta, Selasa (09/03/2021).
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa menerangkan, ada sebanyak 54 unit penyelenggara pelayanan publik (UPP) di kementerian dan lembaga yang dievaluasi pada tahun 2020. Lalu di tingkat provinsi 33 UPP dan tingkat kabupaten/kota ada sebanyak 221 UPP.
"Indeks Pelayanan Publik pemerintah daerah meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari 3,43 menjadi 3,68 atau termasuk pada kategori B (Baik)," bebernya.
Kegiatan evaluasi tersebut dilakukan sejak bulan Juni hingga November tahun 2020. Diah menyampaikan terdapat enam aspek penilaian pada pelaksanaan evaluasi ini yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, Sistem Informasi Pelayanan Publik, konsultasi dan pengaduan serta inovasi.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan terimakasih atas penghargaan itu. Menurutnya penghargaan itu justru akan memotivasi pemerintahannya untuk menyempurnakan pelayanan publik.
"Jumlah yang melayani di situ nanti akan kita sempurnakan, mungkin ada tambahan lagi yang masuk dalam pelayanan itu (pelayanan publik) seperti pegadaian yang akan masuk dala pelayanan publik itu," tuturnya disela kegiatan vaksinasi kepada Ulama' dan Imam masjid serta Musholla se-Kabupaten Lamongan, Rabu (10/03/2021).
Dalam kaitannya dengan pemulihan ekonomi kabupaten Lamongan, DPM-PTSP memiliki peran yang sangat signifikan lantaran menjadi pintu masuk perizinan usaha sehingga kemudahan perizinan menjadi hal yang penting. Untuk itu Yuhronur dalam program UMKM Bangkit menjamin kemudahan perizinan usaha khususnya UMKM.
"Salah satu fokus saya dalam 100 hari kerja ini salah satunya adalah UMKM bangkit, jadi kita harapkan kebangkitan ekonomi kita mulai dari UMKM sendiri, makanya (perizinan) di PTSP ini khususnya yang untuk UMKM sudah kita gratiskan dan percepat (layanan perizinannya)," ulasnya. (rtn)
Editor : Abdul Aziz Qomar