KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dalam mengakhiri masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana berpamitan secara langsung kepada para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Acara pamitan ini berlangsung di ruang sidang wali kota lantai II Balai Kota Surabaya, Selasa (16/2/2021) sore.
[irp]
Momen itu tampak berselimut suasana haru. Apalagi, ketika Whisnu menghampiri satu persatu pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir kala itu.
Dalam kesempatan itu, kata pertama yang dilontarkan Whisnu adalah ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada segenap pejabat serta ASN di Pemkot Surabaya. Selama 6 tahun mengabdi kinerja seluruh jajarannya sangat luar biasa.
"Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran OPD, ASN dan non ASN di Pemkot Surabaya yang telah bekerja luar biasa untuk Surabaya. Saya izin pamit, mohon maaf juga bila selama ini saya ada yang salah, karena apapun manusia hidup pasti ada salah dan dosa," kata Whisnu.
Alasannya mengumpulkan pejabat serta camat, karena bertepatan dengan hari terakhir dirinya mengabdikan diri di lingkungan Pemkot Surabaya. Dan terhitung mulai Selasa (27/2/2021) sudah purna tugas. Dan pria yang akrab disapa WS ini berpesan kepada seluruh jajaran di Pemkot Surabaya, agar terus bekerja untuk mengabdikan diri kepada warga Kota Pahlawan.
"Saya ingin tetap berpesan kepada semua OPD agar nanti ke depan, mereka terus bekerja dengan niatan mengabdikan diri untuk rakyat Surabaya," pesan dia.
Bukti jajarannya bekerja sangat maksimal dan luar biasa terlihat dalam implementasi penanganan Covid-19, serta vaksinasi di kota setempat. "Tadi pagi saya sampai dapat penghargaan juga dari Pak Menko PMK yang diserahkan tadi, atas inisiatif kita untuk menggelar donor plasma konvalesen di Kota Surabaya dan hari ini tertinggi di Indonesia," terang dia.
Kepada seluruh jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Surabaya, Whisnu juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah berjalan selama ini. Selama 6 tahun mengabdi di Pemkot Surabaya, Whisnu mengaku memiliki kesan tersendiri. Surabaya telah bertransformasi menjadi kota metropolitan yang berkembang pesat dan mampu sejajar dengan kota-kota besar di seluruh dunia.
"Saya melihat Surabaya memang betul-betul berpacu, berlari untuk mengejar tujuan yang luar biasa untuk rakyat Surabaya. Makanya, tidak lagi bicara tingkat regional atau nasional, kita berbicara di tingkat internasional," kata Whisnu.
Apalagi dalam dua tahun ke depan, Kota Surabaya menjadi salah satu venue pelaksanaan Piala Dunia U-20. Bagi Whisnu, hal ini adalah gelaran yang luar biasa. Dia berharap, dalam jeda 2 tahun ini persiapan yang dilakukan Pemkot Surabaya bisa lebih baik lagi.
"Saya prediksi bulan depan atau April sudah selesai semua persiapan. Kita harapkan jeda 2 tahun ini bisa lebih baik lagi dan kita sebagai tuan rumah memberikan kesan yang luar biasa," tuturnya.
Meski sudah tidak lagi bekerja di lingkup Pemkot Surabaya, tapi Whisnu memastikan bakal terus mengabdikan diri untuk warga Kota Pahlawan. "Artinya pengabdian ini tak akan berakhir hanya karena jabatan. Saya akan terus mengabdi buat rakyat Surabaya, dimanapun saya dan apapun posisi saya. Artinya memang hidup ini sudah dari awal saya niatkan untuk sebuah pengabdian untuk manusia, untuk warga Surabaya dan rakyat Indonesia," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi