klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kelana Aprilianto–Dwi Astuti Menyiapkan Langkah Jitu Atasi Pengangguran di Sidoarjo

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kelana bertekad mengentaskan angka penganggurand di Sidoarjo.
Kelana bertekad mengentaskan angka penganggurand di Sidoarjo.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Sebagai kota industri, Sidoarjo ternyata masih belum mampu mengatasi persoalan pengangguran. Padahal, terdapat ratusan pabrik yang tersebar di 18 kecamatan, yang menjadi potensi besar untuk menanggulangi pengangguran di Kota Delta.

[irp]

Keberadaan industri dengan ratusan pabrik seharusnya bukan hanya menjadi sumber pemasukan bagi daerah. Namum juga bermanfaat menurunkan tingkat pengangguran.

Kondisi inilah yang menjadi kepedulian Calon Bupati dan Wakil bupati Sidoarjo, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik.

“Sungguh ironis, Sidoarjo yang banyak terdapat pabrik dan perusahaan besar, justru memiliki angka tingkat pengangguran yang masih tinggi,” tutur Mas Kelana, Rabu (25/11/2020).

Angka pengangguran di Sidoarjo hingga akhir 2019, sekitar 4,72 persen. Jumlah ini semakin bertambah akibat banyak pekerja yang terkena PHK akibat pandemi covid-19.

Sampai September 2020, jumlah keseluruhan pengangguran di Sidoarjo menembus angka 50 ribuan.

Menurut pasangan Kelana–Astutik, mereka akan memperbanyak kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan skill warga usia produktif. Khususnya para lulusan SMU, yang setiap tahun  mencapai 21.800 orang.

“Kami juga akan bekerjasama dengan perusahaan agar membuka sistem magang. Sehingga kemudian perusahaan bisa memilih karyawan yang tepat sesuai kebutuhan, setelah mereka melihat langsung kemampuan calon karyawan,” ungkap Mas Kelana. 

Untuk calon pekerja lain, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat covid-19, pasangan Kelana-Astutik akan mengarahkannya untuk menjadi entrepreneur UMKM.

Mereka akan diberikan pelatihan mendisain, memproduksi serta memasarkannya.

Pasangan Kelana-Astutik akan mensinkronkan program ini dengan kegiatan pendampingan dan penyederhanaan aturan, yang selama ini menghambat ruang gerak UMKM.

“Jadi, kami tidak hanya membuka peluang pencari kerja untuk terjun ke UMKM. Tetapi juga membantu pengembangan UMKM yang sudah ada,” imbuh Mas Kelana. (mkr)

Editor :