KLIKJATIM.Com I Banyuwangi - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio hadir secara virtual di Rakornas ICCN yang digelar di Banyuwangi, Jumat malam (6/11/2020).
[irp]
Wishnutama berpesan, pemahaman terhadap ekosistem parekraf ini penting, khususnya di era digital. Pelaku kreatif tidak bisa hanya tergantung dengan produknya saja.
"Sebaik-baiknya produk, kalau kita tidak bisa menjualnya sangat disayangkan. Inilah tantangan kita semua ke depan, memahami ekosistem parekraf," katanya.
Ekosistem yang dimaksud antara lain bagaimana pengemasan produk, bagaimana memasarkan, bagaimana aturannya, memahami HAKI, akses permodalan, termasuk penguasaan teknologi.
"Itulah yang kita sebut whole ekosistem parekraf. Teman-teman kreatif harus paham secara komprehensif dari A - Z, sehingga pada saat nanti berusaha atau menciptakan daya tarik atau me-monetize agar potensi untuk sukses jauh lebih besar," tuturnya.
Wishnutama juga menyebut peran ekonomi kreatif sangatlah penting dalam mengembangkan pariwisata nasional.
"Alam memang pemberian dari Allah, dan tugas menusia-lah menciptakan daya tarik lebih bagi alam tersebut. Kita semua harus memberi nilai lebih pada kekayaan alam kita untuk memajukan pariwisata nasional. Inilah peran dari ekonomi kreatif," imbuh Wishnutama.
Dalam kesempatan itu, Wishnutama juga menyatakan perhelatan rakornas yang dipusatkan di Banyuwangi sangatlah tepat. Menurut dia, banyak inovasi, khususnya di sektor parekraf telah dilakukan Banyuwangi, yang bisa dicontoh daerah lain.
"Presiden bahkan menilai Banyuwangi sangat serius memperhatikan pariwisata dan sektor kreatif. Banyak inovasi yang sudah dilakukan, bahkan Banyuwangi juga cepat merespon menerapkan adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata," tandasnya.
"Saya pun setuju bahwa Banyuwangi adalah kabupaten yang sangat inspiratif. Sering saya memberi referensi pada daerah lain untuk belajar ke Banyuwangi dalam hal peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Wishnutama.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Ketua Umum ICCN Fiki Satari.
Saat ini ICCN sendiri memiliki lebih dari 200 jejaring kabupaten/kota se-Indonesia. Rakornas ICCN 2020 berlangsung di Banyuwangi selama tiga hari, 5-7 November 2020 dan dihadiri 50 koordinator wilayah dari 211 kota/kabupaten anggota ICCN secara langsung. Ratusan anggota lainnya terhubung secara daring.
Mereka datang mulai dari Pulau Miangas Sulawesi Utara, Jayapura Papua, Pulau Rote NTT hingga Labuhan Bajo. Mereka saling berbagi ilmu dan sharing solusi atas permasalahan yang dihadapi terkait ekonomi kreatif di kabupaten/kota masing-masing.
“Banyak hal positif yang kami dapat dari sini. Dari diskusi selama dua hari, ternyata banyak hal yang harus kami gerakkan. Ini membuka pikiran dan sudut pandang kita bagaimana mengaktifkan ekonomi kreatif itu sendiri,” tutur peserta dari Bali, Kardian Narayana.
“Kami tidak hanya berbicara tentang success story, namun kami juga berbagai tantangan dan kendala. Kami bahas bareng, kita carikan solusi bersama. Dengan berjejaring ini, kita siap saling bantu sama lain,” jelas Vicky Hendri dari Banyuwangi Youth Creative Forum.
Baca juga: Jatim Raih Rekor MURI, Gubernur Khofifah dan PTA Surabaya Luncurkan Aplikasi Satria Majapahit Juara
Peserta juga mengaku terkesan berkegiatan di selama Banyuwangi, seperti yang diungkapkan Jaringan Komunitas Kreatif Numbai/Jkon Jayapura, Denny Jackson.
“Sudah betul nih kalau kita bikin di Banyuwangi. Perubahan Banyuwangi ini beyond expectation. Sangat pesat. Spirit membangun ala Banyuwangi ini yang terus saya bagikan ke kawan-kawan saya di Jayapura sejak hari pertama kedatangan saya kemarin,” ujar Denny.
Bagi Denny, Banyuwangi yang benar-benar memperhatikan secara detail konsep pariwisatanya sangat menarik. (bro)
Editor : Apriliana Devitasari