KLIKJATIM.Com ǀ Surabaya – Rencana pusat pengembangan mata rantai halal atau halal center di Jawa Timur (Jatim) mulai digagas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat dan Bank Indonesia (BI) telah sepakat untuk bekerjasama.
Melalui Kepala Perwakilan BI untuk wilayah Jatim, Difi Ahmad Johansyah sudah bertemu langsung dengan Gubernur, Khofifah Indar Parawansa. Kepada awak media, Difi pun menyatakan terkait pertemuannya tersebut memang membahas halal center.
"Jadi halal toyyiban tidak hanya halal makanannya, akan tetapi juga harus bersih, begitukan. Ini merupakan ide Ibu gubernur di pertemuan pertama yang kita lakukan," ungkap Difi.
[irp]
Rencananya, kegiatan ini akan dimulai dari Malang. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Di lain pihak, Khofifah pun mengiyakan adanya kerja sama tersebut. Kemunculan ide ini bermula dari pesanan Kiai Marzuki Mustamar, tentang Juleha Ayam (Juru Penyembelihan Halal Daging Ayam).
"Kita ketemu dengan BI, ketemu juga dengan mantan rektor UB yang sudah memiliki izin dari Kementrian Agama (Kemenag) untuk melakukan FGD (Forum Grup Discusion) dan sosialisasi cara penyembelihan ayam yang halal," terangnya.
[irp]
Perwakilan dari BI sudah rapat dengan Walikota Malang dan Prof Bisri, mengenai uji coba yang akan dilakukan di Malang. Selain itu, nanti akan disiapkan dua lokasi untuk dijadikan pasar halal.
Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh Hampir 6 Persen dan Tertinggi Se-Jawa
"Dua pasar ini akan dijadikan ikon oleh Walikota Malang. Dan saya minta nanti setelah Malang, bergesar ke Sidoarjo untuk prioritaas selanjutnya," ujar perempuan yang juga menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.
Dalam kerjasama ini akan disupport BI. Sedangkan untuk tim julehanya dari Prof Bisri, yaitu Pesantren Darul Maghfiroh. Rencana pelaksanaannya akan dimulai tahun ini. (nk/roh)
Editor : Redaksi