Cabup–Cawabup Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik Serius Perhatikan Pendidikan Inklusif Sidoarjo

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik memiliki target memperbaiki pendidikan di Sidoarjo melalui program penguatan pendidikan formal dan non formal.

[irp]

Baca juga: Gelorakan Nasionalisme dan Konservasi, Gubernur Khofifah Lepas Ekspedisi 81 Pembentangan Merah Putih di Gunung Arjuno

Ditemui dalam acara  Lokakarya Penguatan Pendidikan Inklusif Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jatim yang berkolaborasi dengan Dewan Pendidikan Jatim, di Hotel Narita, Surabaya, Rabu (4/11/2020), Cawabup Dwi Astutik mengungkapkan bahwa pendidikan inklusif di Sidoarjo merupakan salah satu sisi dari sektor pendidikan yang  harus diperhatikan oleh pemerintah. 

"Jika diamanati ke Pendopo nanti, pendidikan inklusif di Sidoarjo akan kami upayakan lebih mendapat perhatian. Terlebih sistem layanan pendidikan yang mengatur agar kaum difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya," ujar Bunda Dwi.

Wanita yang juga Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur ini menambahkan, tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali para difabel.

Baca juga: Pascagempa M7,7 Flores: Pasokan Listrik Utama PLN Pulih 100 Persen, Fokus Perbaiki Jaringan Distribusi ke Warga

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ramliyanto, SP. MP menjelaskan, masih ada beberapa masalah yang membutuhkan solusi terkait Pendidikan Inklusi di Jawa Timur.

Diantaranya adalah tidak ada  dukungan politik dan pemahaman masyarakat yang kurang terkait pendidikan Inklusi.

Baca juga: Gelar Honda AT Family Day di Bojonegoro, MPM Hati-Hati Manjakan Warga lewat Hiburan dan Promo Menarik

"Selain dibutuhkan skill dan ilmu, dibutuhkan sentuhan hati untuk menjadi guru difabel. Pemerintah juga harus hadir disitu," pungkas Ramliyanto.

Sentuhan pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Selama tidak ada perhatian pemerintah maka pendidikan inklusif tidak akan berkembang. (mkr)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru