Cabup–Cawabup Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik Serius Perhatikan Pendidikan Inklusif Sidoarjo

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik memiliki target memperbaiki pendidikan di Sidoarjo melalui program penguatan pendidikan formal dan non formal.

[irp]

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kodim 0813 Bojonegoro Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

Ditemui dalam acara  Lokakarya Penguatan Pendidikan Inklusif Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jatim yang berkolaborasi dengan Dewan Pendidikan Jatim, di Hotel Narita, Surabaya, Rabu (4/11/2020), Cawabup Dwi Astutik mengungkapkan bahwa pendidikan inklusif di Sidoarjo merupakan salah satu sisi dari sektor pendidikan yang  harus diperhatikan oleh pemerintah. 

"Jika diamanati ke Pendopo nanti, pendidikan inklusif di Sidoarjo akan kami upayakan lebih mendapat perhatian. Terlebih sistem layanan pendidikan yang mengatur agar kaum difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya," ujar Bunda Dwi.

Wanita yang juga Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur ini menambahkan, tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali para difabel.

Baca juga: Dongkrak Daya Saing, Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis Bagi Alumni MagangHub

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ramliyanto, SP. MP menjelaskan, masih ada beberapa masalah yang membutuhkan solusi terkait Pendidikan Inklusi di Jawa Timur.

Diantaranya adalah tidak ada  dukungan politik dan pemahaman masyarakat yang kurang terkait pendidikan Inklusi.

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

"Selain dibutuhkan skill dan ilmu, dibutuhkan sentuhan hati untuk menjadi guru difabel. Pemerintah juga harus hadir disitu," pungkas Ramliyanto.

Sentuhan pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Selama tidak ada perhatian pemerintah maka pendidikan inklusif tidak akan berkembang. (mkr)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru