Pasca Kasus Yaidah, Dirjen Dukcapil Kemendagri Sidak Mal Pelayanan Publik Surabaya

klikjatim.com
Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh saat memberi motivasi jajaran Dispendukcapil Kota Surabaya. hilmi nidhomudin/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mengunjungi Mal Pelayanan Publik di Gedung Siola, Senin (2/11/2020). Ia memastikan bahwa pelayanan kependudukan Surabaya terbanyak kedua selama libur panjang.

[irp]Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadispendukcapil) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji menjelaskan Dirjen Dukcapil sudah keliling ke berbagai daerah untuk mengecek langsung berbagai inovasi program Layanan Adminduk. Pada hari ini, ia pun mampir ke Dispendukcapil Kota Surabaya di gedung Siola.

Baca juga: TTL Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 141 Anak Yatim

“Beliau juga mengecek berbagai keluhan yang masuk, termasuk pula menyampaikan wawasan kepada kami dalam melayani masyarakat,” kata Agus, Senin (2/11/2020).

Dalam pertemuan itu, Dirjen Dukcapil memberikan motivasi kepada jajaran Dispendukcapil Kota Surabaya. Bahkan, ia memastikan bahwa pelayanan kependudukan di Kota Surabaya terbanyak kedua secara nasional selama libur panjang. Artinya, Dispendukcapil Surabaya banyak memberikan pelayanan selama libur panjang itu.

“Selama libur panjang kan kita masuk, Pak Dirjen bilang kalau kita terbanyak kedua secara nasional melakukan pelayanan selama libur panjang mulai 28 Oktober sampai 1 November 2020,” tambahnya.

Agus juga merinci pelayanan dokumen kependudukan yang dilakukan selama masa libur panjang sejak tanggal 28 Oktober 2020 sampai pada 1 November 2020. Untuk cetak KTP sebanyak 1.579 buah, cetak KIA sebanyak 6.483 buah, rekam e-KTP sebanyak 243 orang, dan TTE KK sebanyak 4.174 buah, TTE akta kelahiran lahir 1.580 buah, TTE akta lahir bakak sebanyak 13 orang.

Selanjutnya, TTE akta kematian sebanyak 556 buah, TTE akta perkawinan sebanyak 9 buah, lalu pindah datang sebanyak 207 buah dan pindah keluar sebanyak 54 buah.

Baca juga: Donasikan Mobil ke Yayasan Al Uswah Surabaya, Smelting Berkontribusi Pada Pendidikan

“Jadi, total keseluruhan sebanyak 14.898 buah dokumen adminduk telah diterbitkan selama lima hari atau masa libur panjang,” pungkasnya.

Atas capaian kinerja itu, ia memastikan akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga Kota Surabaya. Tekat dan komitmen itu sesuai arahan Wali Kota  Surabaya selama ini kepada jajaran ASN di Surabaya bahwa mereka adalah pelayan bagi masyarakat.

Sebelumnya layanan publik Dispendukcapil Kota Surabaya ternodai kasus Yaidah warga Perumahan Lembah Harapan, Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. Dia mengeluhkan ruwetnya pelayanan mengurus Akta Kematian anaknya di Dispendukcapil Kota Surabaya. Yaidah pun nekat berangkat ke Kemendagri di Jakarta karena deadline klaim asuransi hanya 60 hari.

Baca juga: Puluhan Pelaku Kriminal Diringkus Polrestabes Surabaya

Yaidah juga mengakui kalau proses di kelurahan sudah dilaksanakan. Tapi ketika Yaidah berusaha mendatangi Dispendukcapil untuk mencari kepastian, dia mengaku mendapat informasi yang mengharuskan butuh surat dari Kemendagri.

“Karena saya bingung mendapat jawaban dari Dispenduk itu. Kulo nyuwun ngapunten. Saya ingin ke depannya yang saya alami tidak terulang kembali. Mohon dimaafkan, kalau saya melangkahi fungsi RT, RW, dan Lurah, kulo bingung. Sudah ada batas waktu dari asuransi,” katanya. (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru