Demo Tolak Omnibuslaw di Gresik Ricuh, DPR Ayo Keluar…

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik—Demonstrasi menolak RUU Omnibuslaw di Kabupaten Gresik ricuh. Massa gabungan mahasiswa bentrok dengan aparat kepolisian, Kamis (8/10/2020).

[irp]

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pelindo Petikemas Ambon Tanam 2.500 Pohon Produktif di Tawiri

Ratusan aksi mahasiswa menggelar orasi di depan kantor DPRD Gresik Jalan Wahid Hasyim. Mereka juga meminta anggota DPRD Gresik keluar menemui massa untuk menandatangani pakta integritas penolakan atas disahkannya RUU Omnibuslaw.

Lantaran tak ditemui wakil rakyat, massa akhirnya membakar ban bekas di tengah massa aksi. Aparat kepolisian yang siaga lalu memadamkan ban yang dibakar massa. Di situlah kericuhan mulai terjadi.

Sekitar 15 menit ketegangan antara aparat dan massa berlangsung. Seorang peserta aksi diamankan oleh aparat kepolisian. Massa pun berhasil dipukul mundur oleh aparat.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, MPM Honda Jatim Gelar Gathering "Banyuwangi BerStylo Bersama" Bertabur Hadiah Mewah

Korlap Aksi, Khoirul Alim mengatakan, massa menginginka DPRD Gresik ikut andil menolak disahkannya RUU Cita Kerja yang dinilai sangat merugikan buruh dan rakyat kecil. Sebagai buktinya, massa menginginkan agar wakil rayat menandatangani penolakan ini.

"Ayo pak DPRD keluar, kita rakyatmu, dengarkan aspirasi kami," teriaknya di tengah-tengah peserta aksi.

Baca juga: Kapolres Gresik Apresiasi 27 Anggota Berprestasi, Pengungkap Solar Ilegal dan Sabu Terima Penghargaan

Dikatakannya, pasal yang tertera di Omnibuslaw sangat merugikan masyarakat. Dan hanya menguntungkan dan melancarkan invetor dan pemodal asing merampas lahan petani dan kekayaan alam di Indonesia.

"Ini sangat bertentangan dengan Pasal 33 ayat 3 UUD 45.  Kekayaan alam negeri Indonesia dikuasai oleh Investor asing, petani dirampas lahannya, dan buruh digaji murah," tegasnya. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru