KLIKJATIM.Com | Bangkalan - Iuran pedagang kaki lima (PKL) Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura diduga hilang dan bermasalah. Perwakilan PKL SGB mempertanyakan keberadaan dana iuran yang ditarik oleh pengurus PKL selama ini.
[irp]
Salah seorang PKL yang juga bendahara paguyuban, Ibu Iin mengungkapkan, selama ini ada beberapa jenis tarikan.
"Nominal iuran setiap pedagang tidak sama. Jika berjualan 12 jam, besar iuran Rp 2 ribu. Bagi PKL yang buka hingga 24 jam, besar iuran mencapai Rp 4 ribu. Iuran ini digunakan untuk kebersihan dan keamanan," jelasnya.
Ditambahkan, selain itu ada juga iuran lain sebesar Rp20 ribu untuk biaya pembuatan badan hukum. Pihaknya yang juga sebagai bendahara paguyuban mengaku tidak pernah difungsikan dan tidak pernah tahu dengan uang iuran tersebut. “Badan hukum juga belum ada [tidak dibuat],” tegasnya.
Kurang adanya keterbukaan dalam pengelolaan keuangan iuran dari PKL itu, pihaknya menginginkan ketua paguyuban PKL SGB diganti.
Sementara, Ketua Paguyuban PKL SGB, Fauzi mengaku baru delapan bulan menjabat sebagai ketua paguyuban PKL SGB.
Baca juga: Sajikan 94 Agenda Ikonik, Lamongan Luncurkan Kalender Event 2026 untuk Dongkrak Wisata dan Ekonomi
“Saya menjabat baru delapan bulan. Perlu waktu untuk belajar administrasi dengan benar,” dalihnya.
Sedangkan Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Bangkalan, Urip Riyanto mengaku tidak tahu dengan dana iuran para PKL tersebut. “Kami hanya bertugas menertibkan PKL. Masalah iuran kami tidak ikut campur,” pungkasnya. (bro)
Editor : Wahyudi