KLIKJATIM.Com | Blitar - Tahun ini sedikitnya ada 3 kejadian pesta miras oplosan di Blitar yang menelan korban jiwa, namun itu tidak membuat para drunken master (pemabuk) lainnya jera. Kali ini, kejadian serupa terjadi di Desa Papungan Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Dua orang pemabuk tewas usai pesta miras oplosan bersama 8 temannya.
[irp]
Baca juga: Lapas Blitar Gagalkan Penyelundupan 950 Pil Koplo
Kedua korban tewas masing-masing Masrul Maryanto (26) dan Baskoro (21), seluruhnya warga RT 2 RW 5 Dusun/Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro. Sementara 8 orang lainnya masih belum diketahui nasibnya usai menenggak vodka dicampur soda. Yang pasti mereka menenggak oplosan ramai-ramai di Utara Balai Desa Kepungan sejak Jumat (18/9/2020) malam.
Kepala Dusun Kepungan, Sukarman menjelaskan, dari keterangan warganya, pesta berlangsung sejak Jumat pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (19/9/2020) pagi. Usai pesta miras, pada Minggu (20/9/2020) pagi, Masrul mengeluhkan tidak enak badan. Perutnya mual disertai sesak nafas dan pusing.
"Oleh keluarganya, Masrul dibawa ke RS Suhada Haji. Namun beberapa saat setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Masrul meninggal dunia Senin (21/9/2020) sekitar jam 8 pagi ," jelas dia.
Baca juga: KA Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir Mogok di Perlintasan Sanan Wetan Blitar
Tidak lama kemudian, keluhan serupa dialami oleh Baskoro, rekan Masrul. Dia merasakan keluhan serupa, hingga kemudian dibawa keluarganya ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Seperti halnya Masrul, Baskoro tidak lama menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia Senin pukul 16.00 WIB.
Dikatakan, dia dan perangkat desa sering menegur warganya yang pesta miras. Sekitar 2 bulan lalu, dia bahkan mengamuk dan mengusir mereka dari sebuah rumah yang dipakai sebagai lokasi pesta miras. Setelah itu, kegiatan serupa sempat berhenti dan kembali muncul sepekan terakhir.
Baca juga: Polres Blitar Ringkus Dua Pelaku Curanmor di 11 TKP
Kapolsek Kanigoro AKP Mauhaimin saat dikonfirmasi membenarkan ada dua warga Desa Kepungan yang meninggal usai menggelar pesta miras oplosan. Pihaknya telah menerima laporan dari warga dan saat ini proses penyelidikan sedang dilakukan. "Iya benar ada dua yang meninggal usai minum miras. Satu jenazah masih di RS Mardi untuk keperluan otopsi dan kami kami dalami penyelidikan kasus ini," kata dia.
Dari keterangan saksi, miras itu dibeli dari sebuah toko yang beralamat di Desa Gaprang. Secara patungan mereka membeli pertama sebanyak dua botol plastik sari vodka ukuran 250 ml dan satu minuman teh bersoda seharga Rp 30 ribu. (hen)
Editor : Redaksi