Peningkatan Panen Padi di Desa Glugu Lamongan Bikin Bacabup Suhandoyo Terkesan, Apa Rahasianya?

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Jalur Perseorangan, Suhandoyo dan Astiti Suwarni bersama petani di Glugu. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Hasil panen padi di Desa Glugu, Kecamatan Deket, Lamongan tidak seperti biasanya. Karena sekarang hasil panen petani dampingan Rumah Tani Lamongan ini mengalami peningkatan cukup signifikan.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Salah seorang petani dampingan Rumah Tani, Aliman menceritakan, biasanya per hektar sawahnya menghasilkan 8 ton gabah. Tapi setelah dapat treatment khusus dari Rumah Tani Lamongan, hasil panennya meninggkat hingga 12 ton per hektare.

"Cukup besar peningkatannya sampai 12 ton per hektar," ujarnya sumringah, Minggu (20/9/2020).

Ketua Rumah Tani Lamongan, Ahmad Lazim pun membeberkan rahasia untuk meningkatkan hasil panen petani dampingannya. "Jadi kami punya nutrisi hormon untuk tanaman padi, sudah dicoba dan ternyata ampuh meningkatkan produksi," ungkapnya di sela-sela panen kepada klikjatim.com.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Dalam kesempatan tersebut, juga tampak Bakal Calon Bupati (Bacabup) Lamongan, Suhandoyo untuk menyaksikan proses panen padi tersebut. Dia mengaku terkesan dengan inovasi yang dilakukan oleh kelompok tani setempat. Sebab pertanian menjadi prioritas dalam kebijakannya, jika mendapatkan amanah menjadi Bupati Lamongan nanti.

"Kami komitmen dengan sektor pertanian, karena pangan adalah yang elementer," ucapnya didampingi Bakal Calon Wakilnya, Astiti Suwarni.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Handoyo juga melontarkan kritikan terhadap kebijakan Pemkab Lamongan. Menurutnya, selama ini terkesan kurang memperhatikan sektor pertanian.

"Anggaran pertanian di Kabupaten hanya Rp 20 Miliar, Rp 15 miliar untuk belanja rutin, hanya Rp 5 miliarnya untuk belanja modal barang dan jasa. Saya dan Bu Astried---panggilan Astuti Suwarni---bila terpilih menjadi Bupati Lamongan akan mengalokasikan anggaran Rp 200 miliar untuk pertanian," janjinya. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru