Beban Berat Khofifah Menanti 9 Desember 2020

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Pilkada serentak 2020 bakal jadi tantangan berat di Jatim. Apalagi di Jatim pilkada 9 Desember 2020 itu bakal digelar di 19 daerah atau separuh jumlah kabupaten/kota di Jatim.

Selain tetap harus melaksanakan proses demokrasi dan pergantian pemimpin, dalam pilkada kali ini juga perlu diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, dipastikan pilkada serentak digelar dalam situasi pandemi covid-19. Wajar jika Pemprov Jatim harus benar-benar kerja keras dan ekstra hati-hati melangsungkan pesta demokrasi sambil menjaga kesehatan warganya.

Baca juga: Jelang Iduladha, Khofifah Sidak Pasar Bojonegoro: Harga Bawang Merah Tembus Rp45 Ribu per Kilogram

[irp]

"Urgensi Pilkada di tengah Pandemi adalah antara melindungi kesehatan dengan menjaga demokrasi," ujar Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jum'at (29/8/2020).

Menurut Khofifah, pelaksanaan Pilkada 2020 harus dilakukan penyesuaian. Tak hanya waktu pemungutan suara, namun juga sejumlah hal teknis terkait pelaksanaannya.

Khofifah menjelaskan, penerapan protokol kesehatan covid-19 menjadi faktor utama yang harus diperhitungkan saat gelaran Pilkada tahun ini. Apalagi, ada 19 daerah di Jatim yang turut menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

Baca juga: Resahkan Warga Demi Konten, Tiga Pemuda Pembuat Hoaks Penampakan Pocong di Jember Diamankan Polisi

Dari total 19 kabupaten/kota di Jatim yang menggelar Pilkada serentak sendiri, ada sekitar 19,9 juta orang sebagai daftar pemilih tetap. Sehingga, ini menjadi 'warning' bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam upayanya melakukan percepatan penanganan covid-19.

"Indeks Demokrasi di Jawa Timur mengalami kenaikan, hak-hak politik naik sebesar 12,8 persen dan lembaga demokrasi naik 4,58 persen," terangnya.

Sementara itu, dari data yang dirilis Tim Gugus Tugas Jatim, kasus positif covid-19 masih terus bertambah di sejumlah daerah di Jatim. Per hari Jum'at (28/8/2020) malam, di Jatim ada tambahan sebanyak 417 kasus positif. Sehingga total menjadi 32.113 kasus.

Baca juga: Keren! Kemiskinan Ekstrem Jawa Timur Tersisa 0,29 Persen, Jauh di Bawah Rata-Rata Nasional

[irp]

Di antara daerah dengan tambahan kasus terbanyak ada di Banyuwangi yakni 100 kasus, disusul Surabaya dengan 78 kasus, dan Sidoarjo 42 kasus. Sedangkan Gresik ada 22 kasus, Kota Pasuruan 17 kasus.

Sekadar diketahui, daerah-daerah tersebut nantinya juga akan menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada 9 Desember mendatang. Namun hingga saat ini, kasus positif covid-19 terus mengalami peningkatan hampir di seluruh daerah di Jatim, terutama di 19 daerah yang akan menggelar pilkada 2020. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru