KLIKJATIM.Com | Tuban - Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tuban pasca penerapan masa transisi new normal meningkat. Hingga Minggu (23/8/2020) tercatat ada 19 pasien baru hingga jumlah keseluruhan mencapai 320 orang. Penambahan ini terjadi karena masyarakat masih dinilai mengabaikan penerapan protokol kesehatan.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban
Bupati Tuban H Fathul Huda mengakui jika angka Covid-19 terus meningkat sejak diberlakukan uji coba new normal. Berdasarkan temuan pemkab, pasien meningkat karena masyarakat masih abai menerapkan protokol kesehatan. Terutama pemakaian masker yang belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat.
"Masyarakat kebanyakan masih abai menggunakan masker. Kalau wilayah kota, pemakaian masker sudah lumayan. Akan tetapi, di wilayah atau kecamatan pinggiran masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker," beber Bupati Huda.
Selain abai pakai masker, kata bupati, masyarakat juga ada yang tidak percaya adanya pandemi virus Corona. Hal itu dibuktikan adanya warga di Kecamatan Kerek yang memaksa keluarganya untuk dibawa pulang. Padahal, status pasien tersebut reaktif dan hingga akhirnya satu keluarga ada yang meninggal.
Baca juga: Tiga Aparat Desa Kedungsoko Ditahan Kejari Tuban
"Masyarakat harus tahu ini. Makanya saat ini saya sudah instruksikan kepada dinkes dan rumah sakit di Tuban agar bertindak tegas jika ada pasien yang memaksa pulang tapi statusnya reaktif," beber bupati yang juga kader NU Tuban ini.
[irp]
Bupati Fathul Huda berpesan agar masyarakat menaati protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya, pandemi virus corona harus dilawan bersama-sama agar Tuban menjadi zona hijau. Jika sudah zona aman, maka bisa secepatnya menjadi hidup normal. "Kami juga akan mengevaluasi terkait uji coba new normal yang sudah berlaku ini," tegasnya.
Baca juga: Supir Truk Buah di Tuban Ditangkap, Kedapatan Edarkan 11,89 Gram Sabu
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyah membenarkan, jika jumlah pasien Covid-19 terus meningkat di saat pemberlakukan new normal. "Bahkan, dianggap sudah tidak ada pandemi Covid-19. Ya, ini yang salah mengartikan kebijakan new normal," jelas Endah sapaan akrabnya.
Endah membeberkan, sesuai update terbaru jumlah suspek ada 19 orang. Sedangkan, secara komulatif pasien covid-19 berjumlah 303 orang. Rinciannya, pasien dirawat 43 orang, 40 meninggal dunia dan sembuh sebanyak 220 orang. (hen)
Editor : M Nur Afifullah