KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Sejumlah pendekar Perguruan Silat Pagar Nusa dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berkumpul bersama di Lapangan Kedayunan Banyuwangi, Sabtu (22/8/2020). Mereka tidak adu fisik atau adu kekuatan, namun berikrar bersama untuk hidup rukun dan damai.
[irp]
Baca juga: Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT, Polres Lamongan Kerahkan 3.100 Personel Gabungan
Ikrar rukun bersama tersebut difasilitasi oleh Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Banyuwangi bersama Polresta Banyuwangi dan Kodim Banyuwangi. Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini mengatakan kebencian dan permusuhan merupakan warisan yang harus dihindari.
"Saya hadir untuk menyaksikan ikrar rukun bersama antara PSHT dan Pagar Nusa. Kami harus memberikan contoh yang baik bagi anak cucu kita," ungkap Gus Makki, sapaan akrab Makki Zaini.
Baca juga: Jelang Pengesahan Anggota Baru, Polres Jember Kerahkan 390 Personel Amankan Gelaran PSHT
Selanjutnya Gus Makki berharap ada komunikasi, silaturahmi dan latihan bersama antara Pagar Nusa dan PSHT yang bisa rutin digelar. "Saya meminta kegiatan hari ini bukan hanya sekedar seremonial belaka. Ikrar kerukunan ini harus dipupuk selamanya," pesan Gus Makki.
[irp]
Baca juga: Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Cup 4 Bojonegoro Resmi Ditutup, PSHT Raih Juara Umum
Sekretaris PC Pagar Nusa, Ahmad Syifa Nailul Wafar menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang bertajuk "Silaturrahim Rukun Sampek Anak Turun" tersebut. "Saya melihat di luar Banyuwangi, gesekan perguruan silat antara Pagar Nusa dan PSHT masih seringkali terjadi. Kami semua berikrar damai yang dihadiri langsung oleh masing-masing tokoh kedua perguruan silat dengan makan siang bersama," kata Gus Syifa.
Gus Syifa menginginkan agar perguruan silat bisa hidup berdampingan dan saling membantu. Hal senada juga disampaikan Siswanto, Bendahara PSHT. Dia berterima kasih PCNU Banyuwangi yang telah menjembatani pertemuan ikrar kerukunan bersama ini. (hen)
Editor : Abdus Syukur