Dikabarkan Ada Serangan Balasan, Pentolan PSHT dan Pagar Nusa Dipertemukan  

klikjatim.com
Pertemuan menyikapi bentrok PSHT denganb Warga Situbondo. Ist

KLIKJATIM.Com I Situbondo  -   Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak menyikapi dua kali bentrokan PSHT dan warga. Menariknya dalam pertemuan tersebut, selain wakil dari PSHT Situbondo dan Forkopimda juga hadir pentolan Pagar Nusa.

[irp]

Baca juga: Pemkab Situbondo Jaring Atlet Lari Melalui Ajang Situbondo "Night Run"

Pagar Nusa, perguruan silat yang terafiliasi secara resmi di bawah ormas Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Dadang, Pagar Nusa ikut diundang karena sempat tersiar kabar akan ada aksi balasan dari perguruan tersebut kepada PSHT. Dalam pertemuan tersebut, akhirnya disepakati kedua pengurus perguruan silat akan berusaha keras mencegah terjadinya bentrokan.

[irp]

"Sempat tersiar isu bahwa Pagar Nusa dan PSHT akan bentrok, makanya kita undang ke sini. Ternyata kedua pengurus berkomitmen untuk meng-clearkan sekuat tenaga," papar Dadang.

Pertemuan yang digelar Senin (10/08/2020) malam itu juga sempat mengemuka dugaan mobilisasi massa yang diduga PSHT, dari luar Situbondo.

“Yang mengejutkan, sebenarnya sebelum kejadian, PSHT Situbondo sudah melakukan pemblokiran ranting-ranting supaya cabang-cabang dan ranting (pengurus tingkat desa) tidak bergerak. Dugaannya adalah, memobilisasi dari luar (Situbondo)," ujar Dadang.

Baca juga: Hina Bupati Situbondo, Lelaki 45 Tahun Ditahan Polisi

[irp]

Namun Dadang menyerahkan kebenaran atas informasi tersebut kepada polisi. "Apakah (massa) itu mewakili PSHT atau orang per orang, itu kita menunggu hasil penyidikan kepolisian," jelas Dadang.

[irp]

Ketua PSHT Situbondo, Tulus Prijatmadji  mengakui, pelaku penyerangan terindikasi kuat berasal dari PSHT. Namun ia belum memastikan apakah semuanya adalah anggota PSHT Situbondo.

Baca juga: Polisi Ciduk 80 Pendekar PSHT,  45 Orang Ditetapkan Tersangka dan sebagian Dibawah Umur

“Ya kalau oknum-oknum, ya pasti berasal dari tempat saya. (Situbondo red) Belum tentu. Nanti kita lihat di CCTV. Sudah ada rekamannya,” tegas Tulus.

Sebelumnya telah terjadi kerusuhan. Puluhan hingga ratusan anggota PSHT melakukan penyerangan di dua desa di Situbondo. Penyerangan pertama pada Minggu (9/8/20) malam, menyebabkan lima warga luka luka. Sedankan  di pihak PSHT, dua orang sempat tersandra warga.

Selang beberapa jam kemudian, anggota PSHT lebih banyak datang dengan membawa senjata tajam. Kali ini korban materiil warga lebih parah. puluhan kios, 3 warung dan konter hp dirusak. Serta 1 kios bensin dibakar. (rtn)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru