KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Program paket data gratis Pemerintah Kota Mojokerto kepada pelajar sudah berjalan sejak 1 Agustus 2020 lalu. Untuk memastikan paket data dalam program “Biar Rajin” dan “Milih Jaring Bola” ini tersalurkan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengunjungi sejumlah siswa penerima program.
[irp]
Baca juga: 302 Mahasiswa Terima Beasiswa dari Pemkot Mojokerto
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, ini meninjau secara langsung pelaksanaan pembelajaran daring di rumah para siswa didampingi Kadispendik Kota Mojokerto Amin Wachid. Mereka mengunjungi rumah siswa di Lingkungan Meri, yakni Lilia Aisha Purliwanti dan Rica Maulida Veronica, siswa SMPN 1 Kota Mojokerto.
Agenda dilanjutkan dengan meninjau proses pembelajaran guru di sekolah, tepatnya di SMPN 5 Kota Mojokerto. Selain meninjau proses belajar daring, Ning Ita juga turut bergabung dengan siswa yang tengah melakukan pembelajaran lewat zoom meeting. Dalam momen itu, Ning Ita kembali mengingatkan bahwa paket data yang telah diterima para siswa, hanya bisa digunakan untuk pembelajaran daring. Tidak bisa dipakai untuk game online atau aplikasi media sosial.
Baca juga: Jejak Soekarno di Bumi Majapahit, Masuk Sekolah Dasar Hingga Mengulang Pelajaran Bahasa Belanda
“Proses pembelajaran daring merupakan metode baru, yang tentunya butuh penyesuaian. Dari pembelajaran daring yang telah berlalu, setelah diinventaris, salah satu permasalahannya adalah terkait kebutuhan paket data, terutama untuk keluarga yang memiliki anak lebih dari satu. Tentunya banyak biaya yang dikeluarkan hanya untuk membeli paket data,” ujar Ning Ita.
[irp]
Baca juga: Rakerwil AMSI Jatim Fokus Pengembangan Bisnis Media dan Kualitas Konten
Ning Ita berharap, pembagian paket data gratis ini bisa meringankan beban orangtua sambil terus memantau proses belajar yang dilakukan anak. Ika Yuliana, Ibunda dari Rica Maulida Veronica ini mengaku merasa sangat terbantu dengan paket data gratis tersebut.
“Anak saya ada dua yang masih bersekolah. Jadi, untuk membeli paket data biayanya cukup besar sekitar Rp 200 ribu per bulan. Sekarang sangat terbantu dengan paket data ini. Uang yang dulu untuk membeli paket data bisa saya gunakan untuk berbelanja kebutuhan pokok," ungkapnya. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar