Soal Bunuh Diri di Jembatan Sembayat, Ini Kata MUI dan Budayawan Gresik

klikjatim.com
Bawah jembatan sembayat atau tanggul Bengawan Solo, para pemancing sering melhat penampakan buaya putih.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pasca terjadinya tragedi insiden orang bunuh diri di Jembatan Sembayat membuat prihatin beberapa kalangan. Termasuk budayawan turut angkat bicara dalam insiden itu.

[irp]

Baca juga: Wabup Gresik Alif Serahkan Penghargaan kepada 30 Insan Pariwisata dan Budaya

Salah satu budayawan Gresik Kris Aji menjelaskan, tentang jembatan Sembayat yang terhitung enam bulan di tahun 2020 telah ada 2 korban. Yang sebelumnya warga Abar-abir Bungah belum ditemukan yang terjadi awal tahun 2020.

"Kalau saya logis saja, setiap membangun sesuatu tentu memperhatikan keamanan, dan kenyamanan. Ini menjadi koreksi pejabat sekitar. Kita ambil contoh di beberapa Negara, dan Kota, jembatan bukan asal dilewati, tapi juga keamanan, pagar dan termasuk kemanana dibawah jembatan," katanya kepada klikjatim.com

Dikatakan Kris, jembatan tidak hanya soal keindahan saja, di Jembatan Sembayat itu bisa diberikan himbauan tulisan larangan untuk berhenti. "Bahkan sejak perkembangan teknologi revolusi 4.0 bisa dipasangan CCTV dan speaker, yang selalu dipantau aktif. Jangan asal jadi saja selama dibangun," ujar Kris.

Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes

Terkait kondisi pandemi Covid-19 memang banyak orang yang depresi karena faktor ekonomi dan kebutuhan hidup. "Janji pemerintah, terutama pimpinan termasuk Pilkada ini. Tapi kenyaaataannya tidak sampai ke tingkat bawah Lurah, RT, RW," imbuhnya.

"Intinya desain kontruksi pembangunan jembatan Sembayat sangat kurang keamanan dan kemyanana.Pejabat yang keluar atau kunker kan juga bisa lihat daerah lain, bahkan sekarang googling juga bisa," pungkasnya. 

[irp]

Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah

Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang Gresik Kh. M. Mansoer Shodiq sangat  Menyesalkan adanya insiden bunuh diri yang terjadi di Jembatan Sembayat. "Apapun permasalahannya, dicarikan solusi tidak mengambil jalan pintas dengan jalan bunuh diri. Itu dilarang agama," kata KH M Mansoer Shodiq.

Oleh karena itu, pada tiap khutbah Jumat dia selalu menyampaikan yang menyelimuti pribadi seorang, jangan dengan bunuh diri tapi sandaran kepada Allah. Itu pasti ada jalan keluar. Mendekat diri kepada Allah. "Yang jelas sandarkan diri kepada Allah. Karena pikiran tidak ada penyelasaian dan cari jalan pintas," tuturnya kepada klikjatim.com. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru